Pages

Sabtu, 12 Mei 2012

SISTEM KOORDINASI/ SISTEM REGULASI




SISTEM SARAF
Sistem saraf merupakan jaringan komunikasi dalam tubuh. Memberikan informasi tentang apa dan kapan sesuatu harus dilakukan. Sistem saraf tersusun atas Neuron dan Neuroglia.
1. Neuron (Sel Saraf)
Sel yang bertugas menerima, menghantarkan rangsangan ke pusat saraf, menentukan bentuk tanggapan, menghantarkan pesan ke efektor. Neuron terdiri atas dua bagian, yaitu:
a. Badan sel saraf
Berwarna kelabu, terdapat nukleus, nucleolus, dan sitoplasma.
b. Dendrit
Percabangan sel saraf, berfungsi untuk menerima rangsangan dan meneruskan impuls saraf ke badan sel saraf, tidak ada selaput pelindung, ukuran pendek.
c. Neurit/Akson
Percabangan sel saraf berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari badan sel saraf menuju ke sel-sel lain. Diselubungi oleh myelin sebagai pelindung, untuk regenerasi dan isolator.
Gambar 1. Sel Saraf.
2. Neuroglia
Sel yang berfungsi untuk memberikan nutrisi dan bahan yang dibutuhkan oleh sel saraf.
Macam-macam Sel Saraf
1. Neuron Sensorik (Aferen)
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor menuju ke pusat susunan saraf.
Dendrit berhubungan dengan reseptor.
Neurit berhubungan dengan neuron lain.
2. Neuron Motorik (Eferen)
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan pusat saraf menuju efektor.
Dendrit menerima impuls dari aksin neuron lain.
Neurit berhubungan dengan efektor.
3. Neuron Konektor
Berfungsi menghubungkan antara satu neuron dengan neuron lain.
4. Neuron Ajustor
Berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik yang terdapat pada sumsum tulang belakang.
Mekanisme Jalannya Impuls Saraf
1. Impuls melalui sel saraf
Impuls dapat mengalir karena ada perbedaan potensil listrik antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf.
Faktor yang mempengaruhi : selaput myelin dan diameter sel saraf.
2. Impuls melalui sinapsis
Sinapsis adalah titik temu antara yang neurit/akson dengan ujung dendrit neuron lain.
Bonggol sinapsis: ujung neurit yang terdapat mitokondria dan neurotransmitter untuk merambatkan impuls.
Gerak Biasa dan Gerak Refleks
1. Gerak Biasa/Sadar, gerak yang dilakukan dengan kesadaran, misalnya makan.
Skema gerak sadar : Rangsangan ¨ Reseptor ¨ Saraf Sensorik ¨ Otak ¨ Saraf Motorik ¨ Efektor.
2. Gerak Refleks, gerak yang dilakukan dengan tidak disadari, misalnya berkedip.
Skema gerak refleks : Rangsangan ¨ Reseptor ¨ Konektor ¨ Saraf Motorik ¨ Efektor.
Jalannya impuls (jalur pendek) disebut Lengkung Refleks.
Bagan Sistem Saraf Manusia
1. Otak
Otak merupakan organ yang sangat penting karena sebagai pusat koordinasi. Otak terlindung oleh tulang-tulang tengkorak dan dibungkus oleh selaput otak (meninges). Meninges terdiri atas 3 lapisan, yaitu seperti berikut.
a. Durameter, yaitu lapisan yang terletak di bagian paling luar yang berbatasan dengan tulang tengkorak. Durameter mempunyai sifat keras dan kaku.
b. Arachnoid (selaput sarang laba-laba), yaitu lapisan yang terdapat di bagian tengah.
c. Piameter, yaitu lapisan yang berbatasan langsung dengan otak, lapisan ini bersifat lunak.
Otak terdiri atas 4 bagian
a. Otak besar (cerebrum)
Dibanding sumsum tulang belakang pertumbuhan otak jauh lebih naik. Makin tinggi nilai perbandingan antara otak dan sumsum tulang belakang, makin tinggi tingkat kecerdasannya. Lapisan terluar otak berwarna kelabu dan banyak mengandung badan sel saraf, sedangkan lapisan otak di bagian dalam berwarna putih dan banyak mengandung dendrit dan akson. Otak besar merupakan pusat kesadaran, kemauan, ingatan dan kegiatan fisiologis sel daraf. Otak besar merupakan bagian terbesar dari otak.
Otak besar terdiri atas empat bagian:
1) Bagian belakang (lobus oksipitalis) sebagai pusat saraf penglihatan.
2) Bagian samping (lobus temporalis) sebagai pusat saraf pendengaran.
3) Bagian tengah merupakan pusat pengaturan kerja kulit dan otot terhadap rangsang panas, dingin, sentuhan, dan tekanan.
4) Diantara bagian tengah dan belakang terdapat pusat perkembangan kecerdasan, ingatan, kemauan dan sikap.
b. Otak tengah (mesencefalon)
Otak tengah terdapat di atas jembatan varol. Pada bagian atas dari otak tengah merupakan lobus optikus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan refleks mata dan pusat pendengaran. Jembatan varol merupakan bagian yang bertugas menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kanan dan bagian kiri tubuh ke serebellum.
c. Otak depan (diencefalon)
Terletak di depan otak tengah. Bagian ini terdiri atas talamus dan hpotalamus. Talamus merupakan pusat pengatur sensori yang berfungsi untuk menerima semua rangsangan dari sensori serebrum. Hipotalamus merupakan pusat pengatur suhu tubuh, keseimbangan cairan dalam tubuh, mengatur selera makan, dan menumbuhkan sikap agresif.
d. Otak kecil (serebellum)
Terletak di sebelah bawah belakang otak besar, dan dibelakang jembatan varol. Otak ini berfungsi sebagai pusat keseimbangan. Kerusakan otak ini akan menyebabkan gerakan otot tidak terkendali lagi.

2. Sumsum
Sumsum merupakan pusat saraf yang terletak di sebelah posterior otak. Seperti halnya otak, sumsum juga dilindungi oleh selaput meninges. Sumsum dibedakan menjadi dua.
a. Sumsum lanjutan (medulla ablongata)
Medulla oblongata terletak di sebelah posterior otak dan di anterior sumsum tulang belakang. Medulla oblongata banyak mengandung ganglion otak dan merupakan pusat pengatur gerak refleks fisiologis denyut jantung, pernapasan, dan pengaturan vasodilatasi. Bagian medulla oblongata yang menghubungkan sumsum tulang belakang dan otot disebut pons, pada bagian ini terdapat pusat pengaturan pernapasan.
b. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) karena sumsum ini terdapat dalam rongga vertebrae. Berbeda dengan otak, lapisan terluar dari sumsum tulang belakang berwarna putih dan mengandung dendrit dan akson, sedangkan lapisan bagian dalam berwarna kelabu dan banyak mengandung badan sel saraf. Pada bagian dalam ini terdapat bagian yang berbentuk kupu-kupu yang disebut akar dorsal dan akar ventral.
1) Akar dorsal mengandung neuron sensorik, dendritnya berhubungan dengan reseptor sedangkan aksonnya berhubungan dengan dendrit neuron konektor.
2) Akar ventral mengandung badan neuron motorik, aksonnya menuju ke efektor.
Sumsum tulang belakang berfungsi untuk :
1) penghubung antara impuls dari dan menuju otak,
2) memungkinkan jalan terpendek pada gerak refleks.
3. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas berikut ini.
a. 12 pasang serabut saraf otak, yang keluar dari beberapa bagian otak menuju alat-alat indera, otot dan kelenjar.
Serabut saraf otak dapat dibagi menjadi tiga kelompok.
1) Serabut saraf yang hanya terdiri dari saraf sensorik, yaitu saraf ke 1, 2, dan 8.
2) Serabut saraf yang hanya terdiri dari saraf motorik, yaitu saraf ke 3, 4, 6, 11, dan 12.
3) Serabut saraf yang mengandung saraf sensorik dan motorik, yaitu saraf ke 5, 7, 9, dan 10.
b. 31 pasang serabut saraf sumsum tulang belakang. Serabut saraf ini merupakan gabungan dari saraf sensorik yang masuk ke akar dorsal dan saraf motorik yang keluar melalui akar ventral.
Tabel macam serabut saraf otak dan pengaruhnya
No.
Nama
Jenis
Tempat Pengiriman Impuls Saraf
Penyebarannya
1.
2.
3.

4.

5.




6.

7.

8.
9.

10.


11.

12.
Olfaktori
Optik
Okulomotorik

Troklear

Trigeminal




Abdusen

Fasial

Auditori
Glosofaring

Vagus


Spinal

Hipoglosal
Sensorik
Sensorik
Motorik

Motorik

Sensorik dan motorik



Motorik

Sensorik

Sensorik
Sensorik dan motorik
Sensorik


Motorik

Motorik
Epitel olfaktori
Mata
Empat otot dari enam otot penggerak mata
Satu dari enam otot penggarak mata
Tiga cabang: otot kepala dan wajah, gigi-gigi pada rahang bawah, dan otot rahang.

Satu dari enam otot penggarak mata
Wajah dan kelenjar ludah

Telinga dalam
Lidah dan faring

Alat-alat dalam (organ viseral)

Alat-alat dalam (organ visceral)
Otot lidah
Indra pembau
Indra penglihatan
Gerakan bola mata

Gerakan bola mata

Gerakan otot mata yang menyebabkan ekspresi sensasi pada gigi dan bagian-bagian kulit rahang dan gerakan rahang.
Gerakan bola mata

Sensasi dan gerakan otot wajah
Indra pendengaran
Sensasi dan pergerakan pada lidah dan faring
Gerakan dan sensasi pada jantung dan organ visceral yang lain
Sama seperti saraf vagus
Gerakan lidah
4. Sistem Saraf Otonom (Sistem Saraf Tak Sadar)
Sistem saraf otonom adalah sistem saraf tepi yang mengontrol kegiatan organ-organ dalam dan berbagai macam kelenjar yang kerjanya tanpa kita sadari.
Sistem saraf ototnom terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik. Setiap saraf otonom hanya terdiri dari neuron efektor yang berhubungan dengan saraf pusat dan efektor.
a. Saraf simpatik
Saraf simpatik terdiri atas simpul-simpul saraf di sepanjang tulang belakang bagian depan mulai dari ruas tulang leher sampai ruas tulang ekor, sehingga sering disebut saraf torakolumbal. Saraf ini berfungsi mengaktifkan kerja otot-otot tak sadar seperti pada otot jantung, lambung, usus dan alat pernapasan.
b. Saraf parasimpatik
Saraf parasimpatik berpangkal pada medulla oblongata dan di sakrum. Kerja saraf parasimpatik berlawanan dengan saraf simpatik, sehingga efek kerja sama yang ditimbulkan oleh kedua saraf otonom tersebut berupa keserasian kerja berbagai macam alat-alat tubuh.
Kerja saraf otonom tidak sepenuhnya otonom dan tidak diatur oleh yang lain. Aktivitas saraf otonom dipengaruhi oleh hipotalamus. Rangsangan terhadap bagian lateral dan posterior hipotalamus akan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan kecepatan respirasi, menurunkan kerja saluran pencernaan, serta melebarnya pupil.
5. Pengaruh Obat-Obatan dan Narkotik terhadap Sistem Saraf
Rasa sakit dan nyeri sebenarnya merupakan bentuk respon dari tubuh dalam menanggapi suatu rangsangan. Namun manusia sering berusaha untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri itu dengan mengkonsumsi obat-obatan. Penggunaan obat-obatan ada yang dapat menhilangkan penyebab timbulnya rasa sakit dan ada pula obat yang menghilangkan rasa sakit tanpa menghilangkan penyebab yang menimbulkan rasa sakit. Obat yang hanya menghilangkan rasa sakit ini memberikan kesembuhan semu, karena rasa sakit itu akan muncul bila efek obat sudah hilang. Yang termasuk obat-obat jenis ini adalah sebagai berikut.
a. Alkohol
Alkohol mempunyai fungsi sebagai disinfektan dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang ada di luar tubuh dan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Namun orang banyak menggunakan alcohol sebagai campuran dalam bahan-bahan yang dikonsumsi. Alkohol yang dicampur dalam minuman dapat menekan rasa gelisah, tidak senang, ketakutan dan ragu-ragu, sehingga alkohol disebut sebagai depresan. Namun alcohol sebagai depresan hanya bersifat sementara, setelah pengaruh alcohol telah hilang maka semua perasaan yang tidak menyenangkan tersebut akan muncul kembali dan membuat orang ingin mengulangi minum kembali.
Hal ini dapat menimbulkan ketagihan atau adiksi fisiologik, yaitu keinginan untuk mengkonsumsi alcohol dengan dosis yang selalu meningkat. Akibat yang akan timbul adalah hilangnya kesadaran dan aktivitas alat-alat dalam menjadi tidak normal.
b. Narkotika
Narkotika dalam bidang kedokteran berfungsi untuk mengurangi rasa sakit. Namun narkotika dapat menimbulkan adiksi pada tubuh.
Bahan yang termasuk narkotika.
1) Morfin dan kodein, yaitu obat yang berfungsi untuk menekan rasa sakit.
2) Opium, yaitu senyawa kimia yang dapat digunakan untuk obat.
3) Heroin, yaitu obat sintetik yang diperoleh dai pengolahan morfin, efeknya seperti morfin.
4) Kokain, yaitu zat kimia yang dihasilkan oleh tanaman Cocca sp yang dapat digunakan untuk menekan saraf pada kulit dan untuk anesthesia lokal.
c. Amfetamin
Merupakan obat yang digunakan untuk merangsang agar manusia tidak mengantuk. Penggunaan obat ini dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan pada organ-organ tubuh sehingga dapat menimbulkan kemunduran.
d. Valium
Efek dari falium adalah munculnya rasa tenang, santai dan tidak ada beban. Obat ini dapat menimbulkan ketagihan atau adiksi fisiologik.
e. Bahan penikmat
Manusia banyak memanfaatkan alkaloid dari tumbuhan untuk memperoleh kenikmatan, seperti menggunakan tembakau untuk rokok, kopi, coklat dan teh untuk minuman. Bahan-bahan ini dapat menimbulkan adiksi fisiologik. Untuk itu dianjurkan pemakaian bahan-bahan ini tidak dilakukan secara rutin dan terus menerus.


SISTEM KOORDINASI - Alat Indra


ALAT INDERA
Alat indra merupakan reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dan memberikan respon terhadap perubahan rangsangan yang terjadi pada lingkungan. Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh seperti panas, sentuhan, cahaya, kelembaban dan tekanan, maupun dari dalam tubuh seperti rasa lapar, haus, lelah, kenyang, dan sebagainya.
Rangsangan yang berasal dari luar akan diterima oleh alat indra. Reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan dapat dibedakan atas berikut ini.
1. Eksteroseptor (reseptor luar), yaitu reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar tubuh. Organ yang berfungsi untuk mendukung fungsi ini disebut alat indra.
2. Interoreseptor (reseptor dalam), yaitu reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan dari dalam tubuh.
3. Proprioreseptor, yaitu reseptor yang terdapat dalam jaringan otot.
Alat indra hanyalah sebuah alat yang berfungsi untuk menerima rangsangan, sedangkan kesan dan tanggapan atas rangsangan tersebut akan ditentukan oleh pusat saraf yang terdapat pada otak maupun sumsum tulang belakang. Maka kesempurnaan kerja alat indra sangat tergantung pada:
1. Keadaan dan kesempurnaan alat indra sebagai penerima rangsang,
2. Keadaan dan kesempurnaan urat saraf yang menghantarkan rangsangan ke pusat saraf.
3. Keadaan dan kesempurnaan pusat saraf.

Macam-macam alat indra pada manusia dan kinesthesis.
1. Indra Peraba (Tangoreseptor)
Indra peraba ditemukan pada kulit merupakan eksteroreseptor yang mampu menerima rangsangan dari luar. Ujung saraf yang terdapat pada kulit ada 6 macam.
a. Ujung saraf paccini yang berfungsi untuk menerima rangsang tekanan.
b. Ujung saraf ruffini berfungsi untuk menerima rangsang panas.
c. Ujung saraf meisner merupakan penerima rangsang peraba.
d. Ujung saraf di sekeliling akar rambut untuk peraba.
e. Ujung saraf tanpa selaput berfungsi untuk menerima rasa nyeri.
f. Ujung saraf krausi untuk menerima rangsang dingin.
2. Indra Pengecap
Indra pengecap merupakan kemoreseptor pada lidah yang dapat menerima rangsangan berupa zat yang larut. Indra ini bentuknya sebagai puting-puting pengecap (papil pengecap) yang mampu membedakan rasa manis, asin, pahit, dan asam. Selain puting-puting pengecap pada lidah ditemukan puting peraba (pupil peraba) yang tersebar di seluruh permukaan lidah. Pupil peraba berfungsi untuk membedakan tekstur makanan, panas-dingin, keras dan lunaknya makanan dan sebagainya. Daerah lidah yang terdapat puting pengecap adalah sebagai berikut.
a. Bagian tepi depan sebagai reseptor rasa manis.
b. Tepi samping untuk reseptor rasa asam.
c. Bagian depan untuk reseptor asin.
d. Bagian belakang/pangkal lidah sebagai reseptor pahit.
3. Indra Pembau
Indra pembau merupakan kemoreseptor yang terdapat pada selaput lender rongga hidung. Indra ini mampu menerima rangsangan yang berupa gas atau oflaksi. Sel-sel pembau merupakan sel yang ujungnya mempunyai rambut halus yang berhubungan dengan urat saraf yang dihubungkan dengan pusat saraf pembau.
Kerja sama yang baik dari indra pembau dan pengecap akan mempengaruhi munculnya selera makan dan mempengaruhi rasa makanan.
4. Indra Penglihat

Mata merupakan indra yang berfungsi untuk melihat. Mata berbentuk bola yang mempunyai tiga lapisan dinding. Urat dari luar dinding yang membentuk bola mata adalah sebagai berikut.
a. Sklera, yaitu lapisan terluar yang membentuk bola mata yang berwarna putih keruh. Pada bagian depannya bersifat transparan yang disebut kornea.
b. Koroid, yaitu lapisan yang terdapat di tengah yang banyak mengandung pembuluh darah untuk memasok oksigen dan makanan pada sel-sel mata. Koroid yang terletak di belakang kornea bagian tengahnya terbuka disebut pupil. Pupil dikelilingi oleh koroid yang mengandung pigmen disebut selaput pelangi (iris). Besar kecilnya pupil disebabkan oleh otot-otot melingkar yang bersifat tak sadar. Fungsi iris adalah untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
c. Retina (lapisan jala), yaitu lapisan paling dalam yang menyusun bola mata yang berfungsi sebagai fotoreseptor. Retina mempunyai dua macam sel yang peka terhadap cahaya yaitu sel basilus dan sel konus. Sel konus lebih peka terhadap cahaya dengan intensitas yang lebih tinggi. Bagian retina yang terletak pada garis sumbu mata merupakan daerah yang paling banyak mengandung ujung saraf penerima rangsang cahaya. Daerah ini disebut bintik kuning atau fovea. Pada retina juga ditemukan daerah yang tidak mengandung ujung saraf penerima rangsang cahaya dan merupakan daerah tempat pembelokan urat saraf penglihatan. Daerah itu dikenal dengan bintik buta.
Di dalam ruangan yang dibatasi oleh tiga lapisan dinding tersebut terdapat alat-alat sebagai berikut.
a. Lensa mata, yaitu bangunan yang berbentuk bikonkaf, bening dan terletak tepat di belakang pupil. Lensa ini diikat oleh otot-otot siliaris yang berfungsi untuk mengatur tebal tipisnya lensa mata.
b. Aquaeus humor, yaitu cairan yang mengisi ruangan diantara kornea dan lensa.
c. Viteus humor, yaitu cairan yang mengisi ruangan yang terletak diantara lensa mata dengan lapisan retina.




Mekanisme Melihat
Cahaya yang mengenai mata akan melalui kornea dan diteruskan melewati aquaeus humor, pupil, lensa mata, vitreus humor, dan akan jatuh pada bintik kuning yang terapat pada retina. Rangsangan yang mengenai retina ini akan diteruskan menuju ke pusat saraf penglihatan. Ketepatan jatuhnya cahaya pada fovea diatur oleh ukuran ketebalan lensa mata. Apabila cahaya mengenai retina maka rodopsin yang terdapat pada sel basilus terurai. Pembentukan kembali rodopsin memerlukan waktu dan vitamin A. waktu yang diperlukan untuk pembentukan rodopsin ini dikenal dengan waktu adaptasi rodopsin. Pada saat pembentukan rodopsin maka kemampuan mata dalam melihat akan sedikit menurun. Sel selonus mengandung iodopsin yang merupakan senyawa retinin dan opsin. Sel-sel ini peka terhadap cahaya biru, hijau, dan merah. Kerusakan pada sel ini akan mengakibatkan buta warna. Gangguan pada penglihatan.
Apabila mata mampu memfokuskan cahaya tepat pada bintik kuning, maka mata tersebut dikatakan normal (emetrop).
a. Myopia. Bayangan yang jatuh ada di depan bintik kuning karena bentuk lensa mata terlalu cembung. Orang yang mempunyai gangguan ini tidak dapat mengamati benda-benda yang jauh. Agar penglihatan dapat sempurna maka perlu dibantu dengan lensa negatif atau lensa cekung.
b. Hipermetrop. Bayangan jatuh di belakang bintik kuning karena lensa mata terlalu cekung. Gangguan ini mengakibatkan orang tidak mampu mengatao benda yang dekat. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan menggunakan lensa positif atau lensa cembung.
c. Presbiop. Gangguan ini disebabkan oleh menurunnya daya akomodasi karena factor usia. Gangguan ini dapat dibantu dengan menggunakan lensa bifokus.
d. Astigmatisma. Apabila kornea tidak rata maka cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan pada bintik kuning. Gangguan ini dapat diatasi dengan lensa silindris.
e. Hemeralopia atau rabun senja, yaitu gangguan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A sehingga pembentukan rodopsin pasa saat kurang cahaya menjadi terhambat.
f. Seroftalmia (kornea mongering) dan keratomalasia (kornea mengelupas), gangguan ini akan muncul bila gejala kekurangan vitamin A terus berlanjut.
g. Buta warna. Gangguan yang berupa ketidakmampuan seseorang dalam membedakan warna cahaya ini merupakan gangguan yang bersifat menurun (diwariskan).
5. Indra Pendengar atau Keseimbangan
Telinga merupakan fonoreseptor dan sebagai alat keseimbangan. Bagian telinga yang berfungsi sebagai fonoreseptor (penerima rangsang bunyi) berupa sel-sel epitel yang berambut.
Telinga manusia terdiri dari tiga bagian.
a. Telinga luar yang terdiri dari daun telinga dan liang/saluran telinga. Dinding liang telinga menghasilkan minyak serumen.
b. Telinga tengah atau ruang timpani. Bagian luar dari ruangan ini dibatasi oleh gendang telinga (membrane timpani), sedangkan bagian dalamnya dibatasi oleh tingkap oval dan tingkap bulat. Diantara membrana timpani dan tingkap bulat ini terdapat tulang-tulang pendengaran. Tulang pendengaran urut dari arah luar adalah tulang martil (maleus), tulangan landasan (inkus), dan tulang sangurdi (stapes). Ketiga tulang ini membentuk rangkaian yang dapat bergetar. Ujung tulang martil melekat pada membrana timpani dan ujung tulang sangurdi yang bebas menyatu dengan tingkap bulat yang menutupi telinga bagian dalam.
Dari telinga tengah ini terdapat saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan antara ruang telinga dan rongga faring. Saluran ini berfungsi untuk menjaga tekanan udara dalam ruang telinga.
c. Telinga dalam atau labirin. Telinga dalam terdiri atas labirin tulang dan labirin selapur. Labirin tulang terdiri atas serambi (Vestibulum), saluran gulung (kanalis semisirkularis), dan rumah siput (koklea). Saluran gulung terdiri atas tigas buah saluran yang saling terkait yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Koklea merupakan saluran yang berbentuk spiral seperti rumah siput yang terbagi menjadi tiga ruangan. Di dalam koklea berisi cairan dan permukaan dindingnya terdapat ujung-ujung saraf yang peka terhadap getaran yang disebut sebagai organ korti. Ruangan yang menyusun koklea adalah seperti berikut.
1) Skala vestibuli merupakan saluran yang terletak di sebelah dorsal.
2) Skala media terletak pada bagian tengah. Dalam skala media terdapat organ korti yang terdiri dari sel-sel epitel berambut dan membran tekstorial. Membran tekstorial terletak di sebelah atas dari epitel berambut. Alat korti ini tersusun berderet-deret, semakin ke arah ujung membran basalis semakin panjang dan frekuensi getaran yang diterima semakin tinggi.
3) Skala timpani terletak di bagian ventral. Skala yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh membran yang disebut selaput labirin.
Ada tiga macam labirin
1) Membran vestibularis, yaitu membran yang memisahkan skala vestibuli dengan skala media.
2) Membran tektorial, yaitu membran yang memisahkan skala media dengan skala timpani.
3) Membran basalis, yaitu membran yang memisahkan skala timpani dengan skala vestibuli.

Proses mendengar
Ketika gelombang bunyi diterima oleh telinga, maka gelombang tersebut akan ke liang telinga dan menggetarkan membran timpani. Getaran akan diteruskan ke tulang martil, tulang landasan dan tulang sangurdi. Dari tulang sangurdi getaran akan diteruskan ke tingkap bulat, sehingga cairan yang berada do dalam koklea ikut bergetar. Getaran pada cairan koklea akan diterima oleh ujung saraf yang terdapat pada dinding koklea dan diteruskan ke otak. Otak akan mengolah stimulus dan menterjemahkan impuls tersebut sebagai bunyi.
Alat keseimbangan
Alat keseimbangan bentuknya kantung kecil yang disebut sakula dan utrikula yang dilengkapi dengan tiga buah saluran setengah lingkaran. Pangkal dari saluran setengah lingkaran ini ujungnya membesar disebut ampula yang berisi cairan limfe dan batu keseimbangan (otolit). Perubahan posisi tubuh akan menyebabkan terjadinya perubahan posisi ampula dan cairan limfa di dalamnya sehingga otolit akan bergerak. Gerakan otolit ini akan merangsang sel-sel saraf untuk diteruskan menuju saraf keseimbangan yang terdapat pada statoreseptor.
Saraf keseimbangan dan saraf pendengaran akan bersatu membentuk nervus VIII.
6. Kinestesis
Kinestesis merupakan proprioreseptor, yaitu reseptor yang terdapat pada otot, urat otot, jaringan ikat sendi, dan persendian. Kinestesis berperan dalam membantu koordinasi perasaan tertentu dengan mengatur sikap tubuh misalnya pada saat naik kendaraan kita secara refleks akan mengatur berapa besar kecilnya gas, orang yang buta atau orang memejamkan mata dapat merias wajahnya, dan lain-lain. Kinestesis akan selalu aktif walaupun seseirang sedang tidur pulas.
Kelainan pada Sistem Saraf
Kelainan pada sistem saraf dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada sistem saraf akibat luka, penggunaan obat-obatan, atau kerusakan yang bersifat genetik. Berikut ini dijelaskan beberapa jenis kelainan pada sistem saraf yang sering dijumpai.
a. Parkinson
Penyebab penyakit ini adalah ketidakseimbangan kimia dalam sistem saraf. Parkinson diperkirakan bersifat genetic dan dapat pula disebabkan oleh pukulan keras pada kepala.
b. Multipel Sklerosis
Multipel Sklerosis adalah suatu kejadian dimana terjadi degenerasi mielin pada sistem saraf pusat. Adanya penghantaran impuls saraf menjadi terhambat dan terjadi gejala seperti hilangnya koordinasi tubuh, gangguan penglihatan, dan gangguan bicara. Penyakit ini dapat berkembang perlahan tetapi dapat pula menyerang secara tiba-tiba. Penyebabnya diperkirakan berupa kerentanan yang bersifat genetis, infeksi virus, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
c. Polio
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi yang polio pada sumsum tulang belakang. Virus ini menyerang anak-anak, menimbulkan demam, dan sakit kepala yang berakhir pada hilangnya refleks, kelumpuhan, dan mengecilnya otot. Bila sudah terjadi, polio tidak dapat diobati, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi polio.
d. Epilepsi
Epilepsi terjadi akibat adanya gangguan penghantaran impuls listrik pada sel-sel saraf. Kelainan ini juga dijumpai pada orang yang menderita tumor otak, trauma pada kepala, pengguna obat-obatan bius, dan penderita cacat otak bawaan.
e. Amnesia
Kecelakaan yang menyebabkan trauma pada kepala seperti geger otak dapat mengakibatkan terjadinya amnesia. Penderita biasanya mengalami kebingungan. Dan kehilangan ingatan. Amnesia ini dapat bersifat sementara, tetapi dapat pula bersifat permanen tergantung seberapa parahnya trauma yang diderita oleh otak.
f. Alzheimer
Penyakit ini biasanya diderita oleh manula. Gejala berupa hilang ingatan, sehingga menyebabkan depresi, kebingungan, menurunnya kemampuan berpikir, dan halusinasi. Penyebabnya adalah penurunan jumlah senyawa kimia yang membantu penghantaran impuls saraf. Alzheimer ini bersifat genetis.
g. Meningitis
Pada penderita meningitis, terjadi infeksi virus dan bakteri pada meninges (selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang).


 


SISTEM KOORDINASI - Sistem Endokrin


SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin merupakan sistem yang mencakup aktivitas beberapa kelenjar yang mengatur dan mengendalikan aktivitas struktur tubuh, baik sel, jaringan, maupun organ. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus sehingga sekrit langsung bermuara ke dalam pembuluh darah (disebut kelenjar buntu). Sekrit kelenjar endokrin adalah hormon yang berfungsi mengatur proses homeostatis, reproduksi, metabolisme dan tingkah laku pada tubuh makhluk hidup. Hormon memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah yang sangat sedikit.
2. Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target.
3. Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel target.
4. Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus.
5. Mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan.




1. Kelanjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari)
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut kelenjar pengendali (master of gland). Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah dan bagian posterior.
a. Hipofisis bagian anterior
Hormone yang dihasilkan kelenjar hipofisis bagian anterior dan fungsinya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
No.
Hormon yang Dihasilkan
Fungsi
1.
Somatotrophic Hormone (STH) atau hormon pertumbuhan
Mengendalikan pertumbuhan tubuh, kelebihan hormon ini mengakibatkan pertumbuhan raksasa, sedangkan kekurangan hormon ini mengakibatkan kekerdilan.
2.
Thyroid Stimulating Hormone (TSH) atau hormon perangsang tiroid
Mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroksin.
3.
Adrenocorticotrophic Hormone (ACTH)
Mengendalikan kegiatan kelenjar adrenal dalam menghasilkan glukokortikoid.
4.
Follicle Stimulating Hormone (FSH) atau hormon perangsang pembentuk folikel
Wanita: mengatur perkembangan ovarium (pemasak folikel)
Pria: mengatur perkembangan testis dan spermatogenesis.
5.
Lutenizing Hormone (LH)
Wanita: mempengaruhi ovulasi dan membentuk korpus luteum.
Pria: mengatur sekresi dari hormon testosterone dan aldosteron pada testis.
6.
Hormon prolaktin (PRL)
Mempengaruhi pertumbuhan kelenjar air susu.
7.
Melanocyte Stimulating Hormon
Menyintesis melamin (pigmen warna).
8.
Antidiuretic Hormon (ADH)
Mencegah urin terlalu banyak.
b. Hipofisis bagian belakang (posterior)
Menghasilkan dua jenis hormon, yaitu:
1) Hormon antidiuretik (ADH) berfungsi mengatur kadar air dalam tubuh melalui pembentukan urin dan mencegah pengeluaran urin yang terlalu banyak.
2) Hormon oksitosin berfungsi untuk kontraksi otot dalam proses kelahiran.
c. Hipofisis bagian tengah (intermediet)
Pada hewan menghasilkan Melanosit Stimulating Hormon (MSH) yang berfungsi untuk menaikkan pigmentasi kulit (warna kulit).
2. Kelenjar Epifise
Kelenjar epifise pada otak bagian atas belum diketahui hormon yang dihasilkan dan fungsinya.
3. Kelenjar Timus (Kelnjar Kacang)
Kelenjar timus berfungsi untuk pertumbuhan. Bila kekurangan akan menderita kretinisme dan bila kelebihan menimbulkan gigantisme (raksasa).
4. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
Kelenjar tiroid mempunyai bentuk mirip kupu-kupu yang menempel pada bgain depan batang tenggorok (trachea). Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh. Pembesaran kelanjar tiroid disebut goiter atau struma. Pembesaran ini dapat disebabkan oleh kebanyakan produksi hormon atau kekurangan iodium sehingga kelenjar ini harus bekerja keras membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Produksi hormon yang berlebih dapat menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (morbus basedowi), dengan gejala jantung berdebar, banyak keringat dan berat badan turun serta mata menonjol seperti ikan koki.
5. Kelenjar Paratiroid
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.
6. Kelenjar Adrenal (Kelenjar Anak Ginjal)
Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal (kiri dan kanan), menghasilkan hormone sebagai berikut.
a. Pada korteks menghasilkan hormone deoksikortison dan kortison dengan fungsi mempengaruhi penyerapan. Apabila kekurangan menyebabkan penyakit adison.
b. Pada medulla menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin) dengan fungsi mengubah glikogen menjadi glukosa, menaikkan gula darah dan mempercepat kerja jantung. Hormone adrenalin bekerja antagonis dengan hormone insulin dalam mengatur gula dalam darah agar tetap normal.
7. Kelenjar Pankreas (Langerhans)
Ada beberapa kelompok sel pada pancreas yang dikenal sebagai pulau langerhans. Bagian ini berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormone insulin. Hormone ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kekurangan hormone ini akan menyebabkan penyakit diabetes yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormone glucagons yang bekerja antagonis dengan hormone insulin.
8. Kelenjar Kelamin (Gonad)
a. Kelenjar kelamin wanita, menghasilkan hormon:
1) Estrogen dihasilkan oleh folikel graaf. Fungsinya merangsang pertumbuhan cirri-ciri kelamin sekunder pada wanita.
2) Progesterone dihasilkan oleh korpus luteum, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu.
b. Kelenjar kelamin pria, menghasilkan hormon testosterone yang berfungsi merangsang pertumbuhan cirri-ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.
9. Kelenjar Usus dan Lambung
a. Usus halus menghasilkan hormon sekretin dan kolesistokinin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pankreas dan cairan empedu (getah empedu).
b. Lambung menghailkan hormone gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah lambung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar