Pages

Senin, 26 Desember 2011

ASAM BASA

A. Asam Basa Arrhenius
menurut arrhenius, asam adalah zat yang dapat melepaskan ion H+ di dalam air sehingga kensentrasi ion H+ dalam air meningkat.  basa adalah zat yang dapat melepaskan OH- di dalam air sehingga konsentrasi ion OH- dalam air meningkat.

B. pH Larutan

pH menyatakan tingkat kesamaan Larutan.

pH = - log [H+]

untuk larutan basa :

pOH = -log [OH]

Hubungan pH dan pOH :

pH + pOH = 14

C. identifikasi Senyawa Asam Basa
suatu larutan tergolong asam atau basa dapat diuji dengan mencelupkan kertas lakmus.

             Larutan        Lakmus Merah      Lakmus Biru
              Asam                   Merah                   Merah
               Basa                     Biru                      Biru 
               Netral                   Merah                  Merah         
D. Kekuatan AsamBasa
1. Derajat Disosiasi

                   jumlah mol terionisasi
             x = ____________________
                  jumlah mol mula-mula
2. [H+] Asam kuat

    [H+] = a x Ma
a =  jumlah atom H yang dilepas
Ma = kemolaran asam

3. [OH-] Basa Kuat


    [OH-] = b x Ma
b = jumlah gugus OH yang dilepas
Mb = kemolaran Basa



HUKUM BACAAN MAD

Mad
Mad, menurut bahasa, berarti tambahan.
Menurut istilah tajwid, memanjangkan suara sewaktu membaca huruf mad atau huruf layin jika bertemu dengan hamzah atau sukun.
Huruf mad ada 3, yaitu: alif, wau dan ya.
Syarat mad: Huruf sebelum wau berbaris dhammah, sebelum ya berbaris kasrah dan sebelum alif berbaris fathah.
Jika huruf yang sebelum ya atau wau sukun itu berbaris fathah, tidak disebut huruf mad, akan tetapi disebut huruf layin. 
Mad Thabi'i atau Mad Asli, yaitu:
Bila huruf yang setelah mad bukan huruf hamzah atau sukun.
Dinamakan thabi'i karena mad tersebut merupakan sesuatu yang thabi'i (alami), kadarnya tidak kurang dan tidak lebih. Aturan membacanya panjang 2 harakat.  
Mad Asli: Pada Wakaf dan Washal
Huruf mad tetap ada disaat washal atau wakaf, baik huruf mad itu terletak di tengah, seperti pada kata Mad Asli: Pada Wakaf dan Washal atau di akhir, seperti pada kata
Mad Asli: Pada Wakaf dan Washal 2.
Syarat mad thabi’i, tidak terdapat huruf hamzah atau sukun setelah huruf mad tersebut.
 
Mad Asli: Pada Washal
Mad asli atau thabi'i bisa terjadi pada shilah shughra, yaitu huruf wau kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris dhammah dan ya kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris kasrah.
Agar ha dhamir bisa disambung dengan wau atau ya, maka disyaratkan agar huruf itu harus terdapat di antara 2 huruf yang berharakat seperti Mad Asli: Pada Washal.
Dalam hal ini wau dan ya dibaca panjang 2 harakat (dengan syarat tidak terdapat huruf hamzah pada kata lain) ketika washal, sedangkan ketika wakaf tidak dibaca panjang.
 
Mad Asli: Pada Wakaf
Mad asli atau thabi’i bisa juga terjadi pada huruf mad yang ada ketika wakaf dan hilang ketika washal. Hal ini terjadi pada huruf alif pengganti tanwin (fathatain) seperti Mad Asli: Pada Wakaf, jika berhenti pada huruf alif Mad Asli: Pada Wakaf 2.
Dalam hal ini mad akan hilang jika disambung dengan kata sesudahnya.
 
Mad Far'i, adalah:
Mad yang merupakan tambahan terhadap mad thabi’i karena salah satu 2 sebab, yaitu: hamzah atau sukun. 
Mad Muttashil
Disebut mad muttashil, bila dalam satu kata bertemu mad thabi'i dengan huruf hamzah. Dinamakan muttashil karena mad thabi'i dengan huruf hamzah dalam satu kata.
Mad muttashil disebut juga mad wajib. Aturan bacaannya panjang, 4 harakat atau 5 harakat atau 6 harakat ketika berhenti. 
Mad Munfashil (terpisah)
Disebut mad munfashil, bila mad thabi'i bertemu dengan huruf hamzah di kata berikutnya. Dinamakan munfashil karena huruf mad dengan huruf hamzah terdapat pada kata yang berbeda. Aturan membacanya, boleh 2 harakat, 4 harakat atau 5 harakat menurut imam Hafsh.
Termasuk mad munfashil, shilah kubra, yaitu bila wau kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris dhammah dan ya kecil yang terdapat setelah ha dhamir yang berbaris kasrah bertemu dengan hamzah di lain kata. Aturan membacanya sama dengan mad shilah di saat washal, sedangkan di saat wakaf tidak dibaca panjang. 
Mad 'Aridh
Disebut mad 'aridh, bila huruf mad atau huruf layin bertemu dengan sukun yang terjadi karena wakaf. Dinamakan 'aridh karena mad asli yang terdapat di akhir ayat dibaca sukun karena wakaf, jika di washal dia tetap sebagai mad thabi'i.
Aturan membacanya boleh 3 macam: pendek (2 harakat), sedang (4 harakat), panjang (6 harakat). Contoh: Mad 'Aridh.
Hal yang sama juga diperlakukan pada mad layin ketika wakaf. Contoh: Mad 'Aridh 2.
Dinamakan mad layin (lembut) karena pengucapannya lembut dan mudah.
Mad Badal
Disebut mad badal, bila huruf hamzah terdapat sebelum mad thabi'i di dalam 1 kata (setelah mad tidak ada lagi hamzah.atau sukun). Dinamakan badal karena huruf mad merupakan pengganti dari huruf hamzah, dimana asal dari mad badal pada umumnya adalah karena bertemunya 2 hamzah dalam 1 kata, yang pertama berharakat dan yang kedua sukun, seterusnya huruf hamzah yang kedua diganti menjadi huruf mad yang sesuai dengan jenis harakat huruf hamzah yang pertama, untuk meringankan bacaan.
Jika huruf hamzah yang pertama berbaris fathah, maka yang kedua diganti menjadi huruf alif, seperti: Mad Badal asalnya Mad Badal 2.
Jika huruf yang pertama berbaris kasrah, maka yang kedua diganti menjadi huruf ya, seperti: Mad Badal 3 asalnya Mad Badal 4.
Jika huruf yang pertama berbaris dhammah, maka yang kedua diganti menjadi huruf wau, seperti: Mad Badal 5 asalnya Mad Badal 6.
Aturan membacanya, panjang dua harakat seperti mad thabi'i.
Mad Lazim
Disebut mad lazim, bila mad thabi'i bertemu dengan sukun yang tetap ada baik dalam keadaan washal atau wakaf, baik dalam 1 kata ataupun tidak. Dinamakan lazim (harus), karena mad tersebut harus dibaca 6 harakat dan keharusan adanya sukun, baik ketika washal ataupun wakaf.
Mad Lazim Mutsaqqal Harfi, adalah:
Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli (bukan karena wakaf) pada salah satu huruf hijaiyah yang bertasydid.
Dinamakan harfi karena sukun asli tersebut terdapat setelah huruf mad. Hal ini terdapat pada huruf-huruf hijaiyah yang terletak di awal beberapa surat. Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya akibat adanya tasydid pada sukun tersebut.
Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat. Contoh, huruf lam dalam: Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad Lazim Mukhaffaf Harfi, adalah:
Mad thabi'i yang bertemu dengan sukun asli pada salah satu huruf hijaiyah yang tidak bertasydid.
Dinamakan mukhaffaf karena ringan mengucapkannya akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu. Contoh, huruf mim dalam: Mad Lazim Mukhaffaf Harfi.
Catatan: huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan surat ada 14 huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat: Mad Lazim Mukhaffaf Harfi.
Ini terbagi ke dalam 4 bagian: Pertama, yang jumlah hurufnya ada 3, dimana huruf mad terletak di tengah-tengah. Ada 7 huruf yang termasuk dalam bagian ini, yaitu yang tergabung dalam kalimat: Mad Lazim Mukhaffaf Harfi 2 kecuali huruf 'ain.
Bagian pertama ini aturan membacanya panjang, 6 harakat.
Kedua, jumlah hurufnya ada 3, dimana huruf layin terletak di tengah-tengah, yaitu huruf 'ain. Bagian kedua ini boleh dibaca panjang, 4 atau 6 harakat.
Ketiga, jumlah hurufnya ada 2, dimana yang kedua adalah huruf mad. Hurufnya ada 5, yaitu yang tergabung dalam kalimat: Mad Lazim Mukhaffaf Harfi 3. Bagian ketiga ini aturan membacanya sama dengan mad thabi'i, yaitu 2 harakat.
Keempat, jumlah hurufnya ada 3 dan tidak terdapat huruf mad di tengah-tengahnya. Hurufnya hanya 1, yaitu alif. Aturan membacanya adalah biasa, tidak terdapat mad.
Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, adalah:
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam 1 kata.
Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat.
Dinamakan mutsaqqal karena berat mengucapkannya sebagai akibat terdapatnya tasydid pada huruf yang sukun. Contoh, huruf alif dalam: Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, dari firman Allah Taala: Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi 2.

Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi, adalah:
Yang dimaksud dengan istilah ini adalah mad thabi'i yang bertemu dengan huruf yang sukun (tetapi tidak bertasydid) dalam satu kata.
Aturan membacanya wajib panjang, 6 harakat.
Dinamakan mukhaffaf karena mengucapkannya ringan dan mudah sebagai akibat tidak adanya tasydid dan ghunnah pada mad itu.
Dinamakan kalimi (kata) karena sukun asli dan mad thabi'i itu terdapat dalam 1 kata. Contoh, kata: Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi pada 2 tempat dalam surat Yunus, masing-masing pada ayat 51 dan 91. 
SUMBER : http://islamkul.blogspot.com/2010/08/hukum-bacaanmad.html

Minggu, 25 Desember 2011

5 KEBUDAYAAN INDONESIA YANG MULAI HILANG

Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya!
1. Cium Tangan Pada Orang Tua


Biasanya sih dibilang “salim“, bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?
2. Penggunaan tangan kanan


Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan.  (kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).
3. Senyum dan Sapa


Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.
4. Musyawarah


Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.
Dan budaya yang terakhir,..
5. Gotong Royong


Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikirin“, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.

Kamis, 22 Desember 2011

FUNGSI AIR MINUM BAGI TUBUH

tidak sedikit orang yang malas minum air putih terutama di ruangan atau daerah dingin karena merasa tidak haus. Sebaiknya jangan turuti perasaan malas minum air putih karena tubuh yang akan menanggung akibatnya.
Air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Kandungannya bervariasi sesuai usia. Kandungan air pada bayi 80 persen, orang dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50 persen.
Air juga merupakan zat gizi penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit.
Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya.
Meski kebutuhan air tiap orang berbeda menurut Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, usahakan tubuh untuk mendapatkan pasokan air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa.
Berikut akibat jika malas minum air putih seperti dilansir American College of Sports Medicine:
1. Ketika pasokan air minim tubuh akan mengalami kekurangan air atau dehidrasi. Dehidrasi ini menyebabkan cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan berkembang, bahkan bisa menciut.
2. Komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak tidak mendapatkan asupan air yang cukup akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi.
3. Dehidrasi yang dialami tubuh bisa menyebabkan gejala mulai dari yang ringan dan sedang seperti lelah, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat, hingga gejala berat seperti halusinasi dan kematian.
4. Rentan terkena infeksi kandung kemih karena bakteri tidak bisa keluar akibat kurang minum. Gejala infeksi kandung kemih ini bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine.
5. Perempuan harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki-laki. Banyak minum air akan membantu bakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.
6. Kulit jadi kusam karena kurang minum membuat aliran darah kapiler di kulit juga tidak maksimal.
7. Kurang minum air putih bisa mengganggu fungsi ginjal karenanya air penting untuk mencegah batu ginjal. Dengan cukup air maka komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil.

10 ciri orang yang hobi bergadang

Begadang dapat merujuk pada::
  • kata verba yang berarti: berjaga tidak tidur sampai larut malam
  • Begadang, album musik dari musisi dangdut Indonesia “Oma Irama” atau “Rhoma Irama”
  • Begadang, film tahun 1978 yang disutradarai Maman Firmansyah dan dibintangi Yati Octavia dan Rhoma Irama.
Berikut ciri-ciri orang yang suka begadang (begadang holic):
1. Suka bangun kesiangan bahkan sampai sore
Ini dikarenakan kebiasaan tidak tidur semalaman sehingga siang dijadikan malam, malam dijadikan siang.

2. Lebih semangat bekerja saat malam tiba
Ya, disini orang yang sudah terbiasa begadang akan merasa sangat bergairah melakukan sesuatu di malam hari, entah itu untuk pekerjaan ataupun hal-hal lainnya.
3. Makan saat rasa lapar datang
Rata-rata orang yang hobi begadang terkadang lupa sama yang namanya makan, mereka cenderung asik dengan kegiatannya masing-masing. Disaat perut mereka lapar baru mereka makan, jelas ini sangat tidak baik untuk kesehatan.
4. Makan jadi tidak teratur
Ideal nya salah satu cara pola hidup sehat adalah makan teratur tepat waktu. kebanyakan mereka yang hobi begadang melalaikan aturan ini sehingga sering terkena berbagai penyakit seperti anemia,maag,dll.
5. Gak peduli besok masuk kuliah/kerja jam berapa
Ini sesuatu yang sangat berbahaya bagi mereka yang hobi begadang. Mungkin karena intensitas tidur di malam hari yang kurang, sehingga melalaikan apa yang jadi kewajiban di siang hari.
6. Saat di depan komputer males ngapa-ngapain bila tidak penting-penting amat
Bila yang ini relatif, karena banyak mereka yang hobi begadang karena keasikan di depan komputer seperti main game, browsing, dll
7. Teman sejati rokok+kopi (relatif)
Sepertinya ini sudah menjadi kewajiban dan menjadi kebiasaan bagi mereka yang hobi begadang, karena khususnya kopi bisa mengurangi rasa kantuk sehingga jangan aneh jika melihat orang yang hobi begadang pasti sangat gemar dengan yang namanya kopi.
8. Banyak ide tapi males ngomong, mesti dipancing supaya bisa mengutarakan.
Karena kurangnya intensitas tidur di malam hari sangat menguras tenaga dan pikiran mereka sehingga cenderung ‘kurang aktif‘ dalam kehidupan sehari-hari.
9. Tidur saat matahari terbit
Kebiasaan begadang dan tidur saat matahari terbit jelas tidak baik untuk kesehatan.
10. Mata terlihat sayu-sayu ngantuk tapi semangat, berpenampilan layaknya orang bingung tapi banyak pengetahuan
Kebiasaan begadang jelas berpangaruh pada fisik seseorang, bukan hanya dari kondisi badan yang cenderung tidak sehat, lemas dan juga berpengaruh pada mata yang terlihat sayu-sayu seperti zombie.

Senin, 19 Desember 2011

NASIB PEMBENCI AL-QUR'AN

Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Alquran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka (TQS Muhammad [47]: 8-9).
Alquran diturunkan sebagai petunjuk dari Allah SWTbagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Barangsiapa yang mengimani dan mengamalkannya secara kaffah, kebahagiaan di dunia dan akhirat akan didapat. Sebaliknya, siapa pun yang mengingkari, apalagi membencinya, akan mengalami nasib menyedihkan.
Ayat ini adalah di antara yang memberitakan nasib yang dialami kaum kafir yang membenci Alquran.
Celaka dan Disesatkan Amalnya
Allah SWT berfirman: Wa al-ladzîna kafarû fata’s[an] lahum(dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka).Dalam ayat sebelumnya diberitakan mengenai balasan dan anugerah bagi orang-orang yang mau menolong agama-Nya. Allah SWTakan menolong dan meneguhkan kedudukanorang-orang yang menolong agama-Nya. Yakni orang-orang yang bersedia tunduk, terikat, dan mengamalkan perintah dan larangan-Nya.
Kemudian dalam ayat ini diberitakan mengenai nasib orang-orang yang bersikap sebaliknya:al-ladzîna kafarû. Yakni orang-orang yang mengingkari sebagian atau seluruh perkara keimanan. Balasan yang bakal mereka terima adalah: fata’s[an] lahum.
Menurut al-Syaukanidan al-Qinuji, makna asal kata al-ta’s adalah al-inhithâth wa al-‘itsâr (kemerosotan dan kebinasaan). Dalam konteks ayat ini, ada beberapa penafsiran yang dikemukakan oleh ulama. Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Juraij menafsirkannya bu’d[an] lahum (menjadi laknat terhadap mereka). Menurut al-Sudi, khuzn[an] lahum (kesedihan bagi mereka). Ibnu Zaid berkata, syaqâ`[an] lahum (kesengsaraan dan kemalangan bagi mereka). Al-Hasan memaknainya sebagai syatm[an] lahum minal-Lâh (cacian dari Allah kepada mereka). Tsa’lab mengartikannyahalâk[an] lahum (kehancuran, kebinasaan bagi mereka). Al-Dhahhak berkata, khaybat[an] lahum (kegagalan bagi mereka). Demikian pemaparan al-Qurthubi dalam tafsirnya. Ibnu Jarir al-Thabari menggabungkan beberapa panfsiran tersebut, yakni hizy[an] lahum wa syaqâ` wa balâ` (kehinaan, kesengsaraan, dan bencana bagi mereka).
Kata al-ta’s juga digunakan dalam sabda Rasulullah SAW: Ta’isu ‘abd al-dînâr wa al-dirhâm wa al-qathîfah wa al-khamîshah, in u’thiya radhiya wa in lam yu’thâ lam yardha (kecelakaan bagi hamba dinar, dirham, sutra, dan gamis. Apabila diberi, dia ridha. Dan apabila tidak diberi, dia tidak ridha, HR al-Bukhari dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Dijelaskan Fakhruddin al-Razi dalam Mafâtîh al-Ghayb, ayat ini merupakan tambahan untuk menguatkan hati kaum Mukmin. Ketika dalam ayat sebelumnya disebutkan: wa yutsabbit aqdâmahum (dan Dia meneguhkan kedudukanmu), maka ada kemungkinan muncul anggapan bahwa orang kafir bisajatuh dan teguhuntuk beperang. Sehingga dalam peperangan, terjadi saling bunuh, saling serang, saling tikam, dan saling pukul. Maka muncullah kesulitan besar. Kemudian Allah SWT menegaskan bahwa kalian (orang-orang Mukmin) memiliki keteguhan. Sebaliknya mereka (orang-orang kafir) itu musnah, berubah, dan binasa, sehingga tidak ada keteguhan mereka. Penyebabnya jelas, tuhan-tuhan mereka adalah benda mati yang tidak mempunyai kekuatan dan kemampuan berhadapan dengan Dzat yang memiliki kekuatan. Maka tuhan-tuhan mereka itu tidak berguna untuk mencegah dan membatalkan keputusan Allah SWT atas mereka, yakni kehancuran.
Di samping itu juga: Wa adhalla a’mâlahum (dan Allah menyesatkan amal-amal mereka). Kata al-dhalâl berartial-‘udûl ‘an al-tharîq al-mustaqîm (menyimpang dari jalan yang lurus). Kebalikannya adalah al-hidâyah (petunjuk). Demikian al-Raghib al-Asfagani. Menurut Ibnu Jarir al-Thabari, frasa ini berarti Allah menjadikan amal mereka dilakukan tapa petunjuk dan istiqamah. Sebab, amal mereka dilakukan karena ketaatan terhadap syetan. Bukan ketaatan kepada al-rahman.Al-Syaukani dan al-Jaiziri menafsirkan frasa ini sebagai abthlahâ waja’alahâ dhâi’at[an] (menjadikannya sia-sia dan lenyap).
Dikemukakan Fakhruddin a-Razi, ayat ini memberikan isyarat yang menjelaskan tentang perbedaan nasib orang-orang kafir yang telah mati dengan orang-orang Mukmin yang terbunuh (dalam medan peperangan). Mengenai orang-orang Mukmin tersebut,Allah SWT berfirman: Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka (TQS Muhammad [47]: 4). Sedangkan terhadap orang-orang kafir yang mati, Allah SWT menghapus dan melenyapkan semua amalnya.

Karena Membenci Alquran
Setelah diberitakan mengenai hukuman bagi kaum kafir, dalam ayat berikutnya dijelaskan perkara yang menjadi penyebabnya. Allah SWT berfirman: Dzâlika bi annahum karihû mâ anzalal-Lâh lahum (yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah [Alquran]). Kata dzâlikamerupakan isyârah yang merujuk kepada kalimat sebelumnya, yakni kecelakaan dan lenyapnya amal orang-orang kafir. Sedangkan frasa bi annahum memberikan makna sebab. Artinya, semua kejadian yang menimpa mereka itu disebabkan sikap mereka: karihû mâ anzalal-Lâh lahum.
Menurut Ahmad Mukhtar dalam Mu’jam al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Mu’âshirah, kata kariha al-syakhsh fi’l al-sû` berarti maqatahu, walam yuhibbuhu, abghadhahu (membenci dan tidak menyukainya).       Sedangkan yang dimaksud dengan mâanzalal-Lâh lahum dalam ayat ini adalah Alquran, beserta semua isinya, baik dalam perkara aqidah maupun syariah.
Telah maklum bahwa Alquran diturunkan sebagai hud[an] (petunjuk), syifâ` (obat), danrahmah (kasih sayang). Juga mengeluarkan manusia min al-zhulumât ilâ al-nûr (dari kegelapan menuju cahaya). Di dalam Alquran pula penjelasan haq dan batil, halal dan haram, tata cara ibadah, dan sebagainaya. Pendek kata, Alquran merupakan petunjuk hidup yang benar bagi seluruh manusia.
Oleh karena itu, ketika Alquran diingkari, apalagi dibenci, pelakunyadipastikan tidak akan bisa mengerjakan ibadah dan amal shalih lainnya dengan benar. Sebab ketentuan ibadah dan amal shalih bukan berdasarkan akal, namun oleh syara’ yang bersumber dari Alquran.
Kebencian terhadap Alquran yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang tauhid, akan membuat pelakunya menegasikan tauhid dan lebih memilih syirik. Sementara syirik menkadi penyebab terhapusnya pahala. Allah SWT berfirman: Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu(TQS al-Zumar [39]: 65).
Alquranjuga berisi berita tentang akhirat. Orang yang mengingkari dan membencinya, tentulah tidak akan beramal untuk akhirat. Semuanya dikerjakan untuk mengejar dan meraih kenikmatan dunia. Karena itu dicari, maka wajar saja jika mereka tidak berhak mendapatkan bagian di akhirat.
Allah SWT pun berfirman: Faahbatha a’mâlahum(lalu Allah menghapuskan [pahala-pahala] amal-amal mereka). Kata habitha al-‘amal berarti habatha, fasada, bathala, dzahaba, suda[n] (terhapus, rusak, batal, lenyap, sia-sia). Sehingga makna ahbatha-Lâh al-‘amal adalah Allah membatalkan dan melenyapkan pahalanya. Demikian penjelasan Ahmad Mukhtar. Makna itu pula yang terdaapt dalam ayat ini.
Menurut al-Qinuji, yang dimaksud dengan amal di sini adalah amal yang terlihat secara kasat mata sebagai amal kebaikan meskipun pada asalnya tetap batil. Sebab, amal orang kafir tidak diterima sebelum keislaman mereka. Tak jauh berbeda, al-Thabari juga menjelaskan bahwa Allah SWT telah membatalkan amal yang mereka kerjakan di dunia. Ditegaskan pula olehnya, ketentuan ini berlaku untuk semua orang kafir.
Mengenai terhapus dan sia-sianya amal perbuatan orang juga ditegaskan dalam banyak ayat, seperti QS al-A’raf [7]: 147). Juga dalam al-Baqarah [2]: 217, Ali Imran [3]: 21-22, al-Maidah [5]: 5 dan 53, al-An’am [6]: 88.
Demikianlah nasib yang menimpa kaum kafir. Mereka mendapatkan kehinaan, kekalahan, kesengsaraan, dan penderitaan selama-lamanya. Semua amal yang dikerjakan sia-sia, lenyap, dan tidak berguna sedikit pun bagi mereka. Semua itu disebabkan karena kekufuran mereka, terutama kebencian mereka terhadap Alquran beserta ajarannya, baik sebagian atau seluruhnya.
Ancaman ayat ini seharusnya membuat para pengidap Islam phobiasegera sadar. Juga mereka yang suka menyebarkan kebencian dan sikap antipati terhadap Islam, syariah, jihad dengan makna yang sebenarnya (yakni perang di jalan Allah), dan daulah khilafah seraya menuduh para pejuangnya sebagai penganut radikalisme dan fundamentalisme, bahkan pelaku terorisme yang harus dibasmi. Umat Islam haruswaspada dan tidak boleh terpedaya oleh propaganda busuk mereka yang dapat menggelincirkan kita dan mengekor sikap mereka yang benci terhadap Islam. Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.
Ikhtisar:
1.      Nasib orang kafir akan hina, celaka, dan sengsara. Amal mereka juga terhapus dan sia-sia.
2.      Perkara yang menjadi penyebab penderitaan kaum kafir itu adalah kebencian mereka terhadap Alquran

Sabtu, 17 Desember 2011

DI MANA ISLAM?

Di Jepang yang penduduknya mayoritas  penganut Shinto atau atheis, para pejabat dan rakyatnya memiliki rasa malu.
Bila berbuat salah langsung menghukum dirinya sendiri. Tidak membiarkan sampai orang lain menegur atau marah.
Sikap hidup yang menjunjung rasa malu ini sudah menjadi habit (kebiasaan). Malu berbuat salah, khususnya pejabat. Bila merasa gagal dalam pekerjaan atau tugasnya, langsung melakukan hukuman terhadap dirinya.
Sudah berapa banyak pejabat tinggi Jepang yang mengundurkan diri? Karena ia merasa bersalah, dan gagal. Perdana Menteri, Menteri, dan pejabat-pejabat Jepang, yang merasa bersalah dan gagal, langsung mengundurkan diri.
Seperti ketika terjadi tsunami belum lama, dan berdampak terhadap reaktor nuklir Jepang, langsung pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab dibidang itu, memilih mengundurkan diri.
Sampai-sampai ada yang melakukan bunuh diri, karena merasa malu atas kesalahan yang mereka lakukan. Begitu tinggi rasa malu mereka. Anak sekolah yang tidak lulus, dan gagal ujian, ada diantara mereka yang bunuh diri.
Sikap hidup orang-orang Jepang yang menjunjung tinggi rasa malu itu, menghasilkan sebuah jalan hidup yang mengubah keterpurukan bangsa Jepang pasca Perang Dunia II, dan sekarang menjadi negara industri maju.
Di Korea Selatan, di ibukota Seoul rasanya sangat sulit mencari sampah di jalan-jalan. Kotanya apik dan bersih. Sebersih-bersihnya. Setiap orang ke mana-mana membawa kantong yang digunakan menyimpan sampah, dan dibuang di tempat-tempat yang sudah disediakan.
Orang-orang Korea Selatan yang makan di restoran, mereka membersihkan sisa-sisa makanan mereka dan kotoran yang ada piring-piring mereka. Tidak perlu menunggu pelayan datang membersihkan kotoran atau sisa makanan mereka. Ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari di Korea.
Tentu, lebih penting lagi dari semuanya itu, hukum ditegakkan seadil-adilnya. Anak seorang perdana menteri yang terlibat dalam bisnis dan menerima sogokkan dari Cheibol (konglomerat), dipenjara. Tidak dilindungi. Itu terjadi atas anak Perdana Menteri Kim Dae Jung, yang anaknya dipenjara, karena menerima uang dari konglomerat.
Bukan hanya itu, Perdana Menteri Chun Do Hwan, juga dijatuhi hukuman, karena dituduh korupsi. Hukum ditegakkan bagi siapa saja. Kehidupan menjadi lebih tertib. Kepercayaan terhadap pemerintah kuat, karena adanya hukum yang tegak. Terhadap siapa saja. Mereka yang  salah dihukum. Tidak lantas dilindungi. Setiap warga negera memiliki kesamaan dalam hukum.

Karena itu, Korea Selatan menjadi maju, makmur dan kehidupan berlangsung dengan tertib, bersih. Bukan hanya dalam bentuk pisik, tetapi kehidupan tegak diatas sendi-sendi yang diatur dengan hukum.
Belum lama, seorang mantan Presiden Perancis Jaques Chirac, yang dinyatakan bersalah, dan dijatuhi hukuman dua tahun oleh pengadilan Perancis. Chirac dinyatakan bersalah oleh pengadilan, karena sewaktu menjadi walikota menggunakan dana publik untuk kepentingan partai dan pemilu. Lantas pengadilan menghukumnya.
Kemudian, bandingkan dengan Indonesia, yang 240 juta penduduknya mayoritas penganut Islam, kehidupannya sangat kotor. Bukan hanya sampah berserak di mana-mana sepanjang jalan, di sungai-sungai, dan di sembarang tempat,  tetapi kehidupan manusianya sangat kotor.
Memakan makanan dari sumber yang haram. Dari hasil korupsi, menipu, merampok, berdusta, dan berbagai cara lainnya, yang sangat tidak layak. Segala yang diharamkan oleh Allah  dihalalkan. Mereka tidak pernah merasa bersalah atas segala perbuatannya. Mereka menikmati hasil perbuatannya itu.
Belum ada pejabat Indonesia yang mengundurkan diri dari jabatannya sepanjang sejarah pemerintahan di Indonesia, dan merasa bersalah.
Berapa kali kapal tenggelam? Berapa kali pesawat jatuh? Berapa kali kereta api tabrakan? Berapa banyak musibah? Tidak ada pejabat yang mengundurkan diri. Semuanya dapat hidup dengan nyawan.
Belum lama ini, jembatan yang baru dibangun runtuh. Banyak korban rakyat, akibat dari faktor "human error", tetapi tidak ada yang merasa bertanggung jawab. Justeru mereka membela diri, dan tidak pernah merasa bersalah.
Mereka yang sudah jelas-jelas terlibat dalam korupsi masih tetap duduk dalam pemerintahan. Tidak malu. Tidak ada tanggung jawab moral (moral responsbility). Tetap menikmati jabatannya dengan fasilitas jabatan  dan gaji. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Semuanya itu, karena mereka sudah kehilangan "sense of humanity", serta hati nurani.
Malah orang-orang yang terlibat dalam berbagai kejahatan, khususnya yang merugikan rakyat banyak, malah pura-pura sakit, dan dirawat di rumah sakit, sampai rakyat lupa peristiwanya sendiri.
Gejala ini menjadi fakta-fakta kehidupan di lingkungan bangsa Indonesia, khususnya para pejabat dan orang-orang yang mempunyai relasi dengan kekuasaan.
Kasus yang merupakan mega korupsi yang melibatkan tokoh partai politik, yang kebetulan berkuasa, akhirnya kasusnya di pengadilan hanya sebagai "gratifikasi", sangat sederhana sekali. Mungkin hukumannya sangat ringan.
Sebuah sandiwara yang sangat luar biasa. Ini sebuah drama kehidupan di Indonesia. Drama yang skenarionya sudah disiapkan sejak semula. Melindungi para koruptor dan para pejahat berkerah putih.
Sehingga, kejahatan di Indonesia yang terkait dengan korupsi yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk kekuasaan itu, tidak pernah sampai terkuak.
Padahal mayoritas  penduduk Indonesia menganut agama Islam. Lalu di mana Islam? Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallahui alaihi wassalam itu?
Atau mungkin Islam sudah tidak ada lagi di Indonesia? Hanya tinggal nama saja.

SUMBER : http://www.eramuslim.com/editorial/di-mana-islam.htm

Jumat, 16 Desember 2011

PENGENDALIAN HAWA NAFSU


Nafsu adalah kecondongan jiwa kepada perkara-perkara yang selaras dengan kehendaknya. Kecondongan ini secara fitrah telah diciptakan pada diri manusia demi kelangsungan hidup mereka. Sebab bila tak ada selera terhadap makanan, minuman dan kebutuhan biologis lainnya niscaya tidak akan tergerak untuk makan, minum dan memenuhi kebutuhan biologis tersebut.Nafsu mendorongnya kepada hal-hal yang dikehendakinya tersebut. Sebagaimana rasa emosional mencegahnya dari hal-hal yang menyakitinya.
Maka dari itu tidak boleh mencela nafsu secara mutlak dan tidak boleh pula memujinya secara mutlak. Namun karena kebiasaan orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan emosinya tidak dapat berhenti sampai pada batas yang bermanfaat saja maka dari itulah hawa nafsu, syahwat dan emosi dicela, karena besarnya mudharat yang ditimbulkannya.
Sehubungan manusia selalu diuji dengan hawa nafsu, tidak seperti hewan dan setiap saat ia mengalami berbagai macam gejolak, maka ia harus memiliki dua peredam, yaitu akal sehat dan agama. Maka diperintahkan untuk mengangkat seluruh hawa nafsu kepada agama dan akal sehat. Dan hendaknya ia selalu mematuhi keputusan kedua peredam tersebut.
Lalu bagaimana solusi bagi orang yang sudah terjerat dari hawa nafsu agar terlepas dari jeratannya? Ia bisa terlepas dari jeratan hawa nafsu dengan pertolongan Allah dan taufik-Nya melalui terapi berikut :
·         Tekad membara yang membakar kecemburuannya terhadap dirinya.
·         Seteguk kesabaran untuk memotivasi dirinya agar bersabar atas kepahitan yang dirasakan saat mengekang hawa nafsu.
kekuatan jiwa untuk menumbuhkan keberaniaannya meminum seteguk kesabaran tersebut. Karena hakikat keberanian tersebut adalah sabar barang sesaat! sebaik-baik bekal dalam hidup seseorang hamba adalah sabar!.
·         Selalu memeperhatikan hasil yang baik dan kesembuhan yang didapat dari seteguk kesabaran.
·         Selalu mengingat pahitnya kepedihan yang dirasakan daripada kelezatan menuruti kehendak hawa nafsu.
Kedudukan dan martabatnya di sisi Allah dan di hati para hamba-Nya lebih baik dan berguna daripada kelezatan mengikuti tuntutan hawa nafsu.
·         Hendaklah lebih mengutamakan manis dan lezatnya menjaga kesucian diri dan kemuliaanya daripada kelezatan kemaksiatan.
·         Hendaklah bergembira dapat mengalahkan musuhnya, membuat musuhnya merana dengan membawa kemarahan, kedukaan dan kesedihan! Karena gagal meraih apa yang diinginkannya. Allah azza wa jalla suka kepada hamba yang dapat memperdaya musuhnya dan membuatnya marah (kesal). Allah berfirman : Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan demikian itu suatu amal shaleh. (At-Taubah:120). Dan salah satu tanda cinta yang benar adalah membuat kemarahan musuh kekasih yang dicintainya dan menaklukannya (musuh kekasih tersebut).
·         Senantiasa berpikir bahwa ia diciptakan bukan untuk memperturutkan hawa nafsu namun ia diciptakan untuk sebuah perkara yang besar, yaitu beribadah kepada Allah pencipta dirinya. Perkara tersebut tidak dapat diraihnya kecuali dengan menyelisihi hawa nafsu.
Janganlah sampai hewan ternak lebih baik keadaannya daripada dirimu! Sebab dengan tabiat yang dimilikinya, hewan tahu mana yang berguna dan mana yang berbahaya bagi dirinya. Hewan ternak lebih mendahulukan hal-hal yang berguna daripada hal-hal yang membahayakan. Manusia telah diberi akal untuk membedakannya, jika ia tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang berbahaya atau mengetahui tetapi lebih mendahulukan yang membahayakan dirinya maka jelas hewan ternak lebih baik dari pada dirinya.

MONAS LAMBANG SUCI LUCIFERAN DAN FREEMASON ?

Bagi warga negara Indonesia dan warga Jakarta khususnya, Monumen Nasional yang lazim disebut Tugu Monas sudah tidak asing lagi. Berada tepat di jantung ibukota negara dan pemerintahan Republik Indonesia, Tugu Monas menjulang tinggi mengalahkan kemegahan bangunan-bangunan di sekelilingnya.Menurut sejarahnya, bangunan setinggi 128,70 meter ini dibangun pada era Presiden Sukarno, tepatnya tahun 1961. Awalnya, sayembara digelar oleh Sukarno untuk mencari lambing yang paling bagus sebagai ikon ibukota negara. Sang Presiden akhirnya jatuh hati pada konsep Obelisk yang dirancang oleh Friederich Silaban. Namun saat pembangunannya, Sukarno merasa kurang sreg dan kemudian menggantinya dengan arsitek Jawa bernama Raden Mas Soedarsono. Sukarno yang seorang insinyur mendiktekan gagasannya kepada Soedarsono hingga jadilah Tugu Monas seperti yang dapat kita saksikan saat ini.
Proyek mercusuar pembangunan Monumen Nasional tersebut sesungguhnya dilakukan saat kondisi keuangan negara dalam masa kritis yang sangat hebat. Pada saat itu, Sukarno juga tengah mengerjakan proyek lainnya yang mungkin dianggap lebih ‘mulia’, yakni pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara. Dihadapkan pada pilihan sulit, akhirnya Sukarno lebih memilih merampungkan proyek Tugu Monas daripada rumah Allah tadi. Uniknya, kedua proyek besar tersebut selesai saat Presiden Sukarno sudah tidak berkuasa lagi pasca pemberontakan G 30 S PKI.
Sukarno yang terkenal flamboyan saat itu lebih memilih Monas karena merupakan simbol phallus raksasa. Tidak aneh jika simbol ibukota negaranya adalah simbol kejantanan seorang pria (phallus). Sukarno adalah seorang visioner yang tidak tanggung-tanggung dan berpandangan jauh ke depan. Dia tidak membiarkan pembangunan phallus/lingga sendirian. Saat bersamaan, dia juga memerintahkan pembangunan ‘pasangannya’, yakni Yoni sebagai simbol perempuan, tepat di atas Monas. Jadilah Monas seperti yang terlihat sekarang, sebuah bangunan lambing penyatuan Lingga dan Yoni, simbol laki-laki dan perempuan.
Menurut penuturan Dan Brown dalam novel fenomenalnya, penyatuan Lingga dan Yoni merupakan ritus purba seksual, Persetubuhan Suci (The Sacred Sextum). Ini adalah ritual tertinggi bagi kelompok-kelompok penganut Luciferian (penyembah setan) seperti halnya Ksatria Templar dan Freemasonry.
Monas adalah The Sacred Sextum
Tugu Monas hanyalah salah satu dari obelisk-obelisk lain yang tersebar di pusat-pusat kota seluruh dunia. Obelisk tertua berasal dari kebudayaan Mesir Kuno, simbol menjulang menuju dewa tertinggi bangsa pagan purba (dan modern). Selain Kairo dan Jakarta, obelisk asli Mesir dapat kita saksikan di ibukota penguasa dunia saat ini, Washington DC Amerika Serikat. Lokasinya tepat di depan Capitol Hill tempat presiden-presiden Amerika terpilih mengucapkan sumpahnya secara turun-temurun. Obelisk atau phallus juga bisa kita jumpai tepat di tengah lapangan Basilika Santo Petrus, Vatican City, negara tempat pemimpin umat Katholik Roma sejagat raya. Phallus modern juga dapat berupa obelisk baja yang menjulang di tengah-tengah ibukota Perancis, Paris berupa Menara Eiffel.
Obelisk adalah simbol kejantanan, kekuatan, dan kekuasaan
Jika kita cermati bersama, keberadaan Tugu Monas di jantung ibukota negara Republik Indonesia adalah sebuah ejekan tak kentara terhadap sila pertama Pancasila. Monas adalah lambang Persetubuhan Suci yang dilakukan tanpa malu-malu di sekeliling rumah Tuhan. Dia mengejek Gereja Imanuel, dia mengejek Gereja Katedral, dan dia juga mengejek Masjid Istiqlal. Terhadap rumah Tuhan-rumah Tuhan yang mengelilinginya, Monas seakan mencibir, “Lihatlah aku, aku lebih tinggi dan lebih megah ketimbang kalian, dan yang pasti pengikutku lebih banyak dari penghuni kalian, hahahaha…”
Dan memang ada benarnya, Monas adalah simbol dari tabiat bangsa ini dari waktu ke waktu yang semakin tidak memiliki rasa malu. Di bawah naungannya, di antara rindangnya pepohonan dan rimbunnya semak-semak di sekitarnya, tidak siang tidak malam, banyak manusia yang melakukan ritus purba seperti yang ditunjukkan penyatuan Lingga dan Yoni, Monas. Kebanyakan pelakunya adalah muda-mudi yang tidak tahu diri dan tidak memiliki harga diri lagi.
Dan, rahasia Tugu Monas yang barangkali tidak dapat kita rasakan hingga saat ini adalah bentuk piramida silang Monas jika dilihat dari udara.
Sebelum adanya aplikasi Google Earth, tak banyak manusia yang dapat menyaksikan simbol pagan masyarakat purba (dan modern) dengan seksama seperti saat ini. Sebagai perbandingan, arahkan kursor peta Google Earth tepat di atas Piramida Giza di Kairo, Mesir. Kemudian alihkan kursor ke kota Jakarta tepat di atas komplek Tugu Monas. Jika silang Monas yang tampak dari atas tersebut kita anggap sebagai sisi-sisi piramida dan Tugu Monas yang berada tepat di tengahnya sebagai puncak piramida, terlihat ada kesamaan bentuk dan konsep antara Piramida Giza di Mesir dan ‘Piramida Monas’di Indonesia.

Kamis, 15 Desember 2011

HORMATI GURUMU !

guru adalah insan yang sangat besar jasanya kepada kita semua. Sebut sahaja perkataan guru, cikgu, mursyid dan apa jua yang sama dengannya, pasti akan terbayang difikiran seseorang yang mengajar ilmu, menunjukkan kesalahan, memberi nasihat, latihan dan panduan.
Pendek kata mereka adalah insan yang menunjukkan kita sesuatu ilmu yang membuatkan kita yang asalnya tidak tahu, menjadi tahu.  Tanpa guru siapalah kita pada hari ini. Jika kita bergelar doktor, peguam, jurutera dan saintis, itu semua adalah hasil daripada didikan guru-guru kita sejak kita tadika, sekolah dan universiti. Merekalah yang membentuk kita menjadi seperti sekarang.
Islam amat menitikberatkan adab seorang murid terhadap gurunya. Adalah menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk hormat kepada guru meskipun mereka tidak lagi mengajar kita. Seorang guru sudah pasti mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang sesuatu bidang sehingga mampu mengajar orang lain. Oleh sebab itulah menghormati mereka adalah dituntut oleh syarak sebagaimana firman Allah S.W.T :
"Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu." (An-Nisa' :59)
Pernah diceritakan tentang Imam Syafie menghormati gurunya. Pada suatu hari, sedang beliau memberi kuliah kepada ribuan pelajar-pelajarnya, masuklah seorang badwi yang amat comot serta amat busuk sekali.
Melihat sahaja badwi itu masuk, Imam Syafie lantas berhenti daripada memberi kuliah dan mendekati badwi itu serta memeluknya dengan erat. Tergamam anak muridnya melihat perlakuan Imam Syafie itu. Selesai sahaja memberi kuliah, maka bertanyalah anak muridnya kepada Imam Syafie mengapa beliau memeluk badwi tersebut.
Imam Syafie berkata bahawa walaupun badwi itu busuk dan comot, tetapi badwi itu ialah gurunya. Sebab itu dia memeluk badwi tersebut sebagai cara menghormati guru. Makin terpegun pelajar-pelajarnya apabila diberitahu tentang badwi yang jahil itu menjadi guru Imam Syafie.
Jawab Imam Shafie " Pada suatu hari, sedang aku menulis kitab fekah , aku mempunyai satu masalah iaitu bagaimanakan nak mengenali dan membezakan di antara anjing yang cukup umur dengan anjing yang belum cukup umur. Lalu aku fikir tentu badwi tau kerana badwi banyak memelihara anjing untuk mengawal kambing-kambing mereka.
Aku pun bertanya hal tersebut kepada badwi yang ku peluk tadi. Badwi itu menerangkan bahawa anjing yang cukup umur mengangkat sebelah kaki belakang apabila kencing, manakala anjing yang tidak cukup umur tidak mengangkat kakinya bila kencing. Dengan panduan badwi itulah, maka aku dapat menyiapkan kitabku itu" Begitulah ceritanya. Walaupun terlalu sedikit jasa badwi itu kepadanya, Imam Shafie amat menghargainya dan menghormati sehingga menggelarnya guru.
Rasulullah s.a.w bersabda:
" Tidak termasuk umatku, orang yg tidak hormat orang tua, tidak mengasihi orang muda dan tidak mengiktiraf orang alim di antara kami." (Riwayat Ahmad)
Kebelakangan ini, pelajar kurang mengambil berat soal hormat-menghormati dengan guru. Sudah menjadi sesuatu yang biasa bagi pelajar yang melawan guru malah ada yang berani mencederakan guru yang mengajarnya ilmu. Hal ini amat bercanggah dengan adab pelajar dalam Islam. Saidina Ali juga pernah berkata, "Barang siapa yang mengajar aku walaupun satu huruf maka dia adalah tuan kepada ku." Tuan yang dimaksudkan oleh Saidina Ali adalah gurunya.
Terdapat banyak cara menghormati guru kita. Jika ilmuan terdahulu yang terkenal dengan ketokohan ilmunya menghormati guru mereka, maka mengapa kita yang tidak menjadi tokoh dan ilmuan berani melanggar adab berguru.
Adab ulama salaf dan ilmuan terdahulu dengan guru mereka ialah Mereka merendah diri terhadap ilmu dan guru dan sentiasa menurut perintah serta nasihat guru dan sentiasa meminta pendapat serta pandangan  guru dalam setiap urusan mereka.
Mereka mentaati setiap arahan serta bimbingan guru umpama seorang pesakit yang tidak tahu apa-apa yang hanya mengikut arahan seorang doktor pakar yang mahir. Mereka juga sentiasa berkhidmat untuk guru-guru mereka dengan mengharapkan keredhaan dan balasan pahala serta kemuliaan di sisi Allah s.w.t.
Ulama terdahulu tidak pernah sama sekali menggelar guru mereka dengan nama yang buruk. Bahkan mereka juga tidak pernah memanggil guru dengan panggilan "engkau" dan "awak".  Al-Khatib berkata: Hendaklah dia berkata "Wahai guru, apakah pendapat kamu mengenai hal ini?" dan kata-kata seumpamanya. Dan tidak menggelarkannya dengan namanya kecuali disertakan dengan gelaran-gelaran yang menunjukkan penghormatan serta takzim kepadanya. Misalnya syeikh ataupun ustaz atau syeikh kami.
Mereka tidak sekali-kali berbantah-bantah ataupun berlawan cakap dengan guru. Sesungguhnya berbantah-bantah itu secara umumnya sudah merupakan suatu perbuatan yang keji dan terlarang, apatah lagi untuk berbantah-bantah dengan guru yang merupakan pembimbing serta qudwah. Perbuatan ini akan menjauhkan mereka sebagai pelajar daripada kebaikan dan merupakan penjerumus kepada kejahatan dan ianya adalah penyebab diharamkan ke atas mereka bermacam-macam bentuk kebaikan.
Jika mereka berhajat kepada guru mereka di luar waktu mengajar sedangkan guru tersebut sedang berehat ataupun tidur, maka guru itu tidak akan diganggu. Mereka akan menunggu sehingga guru tersebut terjaga dari tidur ataupun selesai dari berehat. Ibnu 'Abbas r.a pernah mendatangi salah seorang daripada sahabat Rasulullah s.a.w untuk bertanya kepadanya mengenai suatu hadith. Lalu dikatakan kepadanya: Dia sedang tidur. Maka duduklah Ibnu 'Abbas di muka pintu. Lalu dikatakan kepadanya: Tidak perlukah kita mengejutkannya? Ibnu 'Abbas pun menjawab: Jangan.
Begitulah hormatnya ulama' dan ilmuan Islam terdahulu. Disebabkan itulah mereka menjadi tokoh besar dan dihormati pula sehingga kini kerana mereka begitu menjaga adab dengan guru masing-masing. Semoga kita semua termasuk dalam kalangan mereka yang menghormati guru. insyaAllah.

KEMUNDURAN AMERIKA DAN DUA SISTEM POLITIK

Jatuhnya Amerika tidak harus merupakan kehancuran total - bagaimanapun juga, negara itu sebelumnya adalah sebuah negara yang telah berhasil menemukan jati dirinya berkali-kali. Tapi pada saat ini tidak lagi pasti- atau bahkan mungkin - segala sesuatunya akan berakhir dengan baik. - Der Spiegel

Seperti yang kita tahu, dunia saat ini berada dalam krisis politik berkepanjangan yang memungkinkan membentuk ulang tatanan politik yang ada saat ini untuk beberapa dekade mendatang. Taruhannya adalah nasib dua sistem politik yang saling terkait erat dan perlahan-lahan terurai di sisi yang berlawanan di dunia.
Di Barat, Uni Eropa yang dulunya perkasa, yang pernah menjadi benteng stabilitas dan kekuatan kini berjalan terhuyung-huyung di tepi jurang. Krisis utang euro yang telah melanda benua itu, telah mengancam melepaskan kekuatan gelap nasionalismenya yang tertidur selama enam puluh tahun.
Di Timur, Dunia Arab yang diperbudak oleh rezim-rezim otokratis yang disusupkan oleh kekuatan-kekuatan Eropa mulai berjatuhan seperti kartu domino, dan mengungkap kekuatan-kekuatan perubahan yang dinamis namun belum teruji.
Peristiwa-peristiwa ini jika dilihat melalui kaca mata optimisme diinterpretasikan secara positif oleh sebagian orang; Eropa akan menjadi lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya, dan Dunia Arab akan berubah menjadi sebuah oasis kebebasan dan demokrasi.
Namun bila dilihat melalui kaca mata realisme,  gambar yang muncul akan sama sekali berbeda. Eksperimen yang dilakukan oleh pasca-modern Eropa secara cepat akan segera berakhir, dan Dunia Arab akhirnya akan membebaskan dirinya dari belenggu setan kolonialisme dengan mencabut rezim-rezim otokratis pro-Barat. Kematian kedua sistem politik itu tidaklah terjadi secara kebetulan, namun terkait dengan kemunduran pengaruh Amerika secara global. Dalam banyak hal, sistem politik di Eropa dan Dunia Arab merupakan produk dari hegemoni dan kelicikan Amerika.
The Marshall Plan memberikan bangunan bagi Amerika untuk mengendalikan kecenderungan Eropa untuk melakukan perang dan mengekang ambisi benua itu untuk mencari dan mempertahankan koloni-koloninya di luar negeri. Pasca Perang Dunia II, para pemimpin Amerika berusaha untuk mengurangi dominasi Eropa di dunia. Seperti dikatakan oleh sejarawan John Lumberton Harper, Presiden AS Roosevelt ingin “melakukan pengurangan secara radikal bobot pengaruh Eropa” sehingga dengan demikian memungkinkan untuk “mempensiunkan Eropa dari percaturan politik dunia” (Harper, Visions of Europe : Franklin D. Roosevelt , George F. Kennan, dan Dean G. Acheson, Cambridge UK , 1996).
Di bawah bayang-bayang bantuan ekonomi dan arsitektur keamanan Amerika, Eropa yang porak-poranda oleh perang dunia memetakan rute baru menuju postmodernisme- suatu pemutusan atas negara-bangsa yang bertikai yang telah merongrong benua itu di masa lalu. Akhirnya, lahirlah Uni Eropa (UE), di mana nasionalisme ditekan dan kedaulatan nasional memberi jalan kepada otoritas transnasional untuk memimpin di Brussels. Eropa mengaggumi penciptaan postmodern mereka dan menyebutnya sebagai evolusi alami dari model negara bangsa. Seorang pendukung utama dari model ini, Robert Cooper yang merupakan penasehat mantan Perdana Menteri Tony Blair, mengatakan, “Sistem postmodernisme di mana kita, orang Eropa,  hidup tidak bergantung pada keseimbangan;. Tidak juga menekankan pada kedaulatan atau pemisahan urusan dalam negeri dan urusan luar negeri.
Uni Eropa telah menjadi sistem yang berkembang dengan pesat untuk saling melakukan campur tangan urusan dalam negeri masing-masing, hingga pada urusan bir dan sosis … Penting untuk disadari betapa hal ini merupakan revolusi yang luar biasa. ” (The New Liberal Imperialisme, The Guardian, Minggu 7 April 2002). Namun, lahirnya negara postmodern juga memakan biaya. Uni Eropa tidak dalam posisi untuk menantang supremasi Amerika di dunia dan telah memberikan banyak koloninya kepada negeri itu. Amerika menggunakan banyak cara untuk menundukkan Uni Eropa, terutama pada anggota terkuatnya, Jerman: perluasan NATO,  ekspansi Uni Eropa untuk memasukkan negara-negara anggota baru, dan penggunaan mata uang tunggal yakni euro.
Melalui pendekatan ini, Amerika mampu mengontrol tuas kekuatan ekonomi dan militer di Eropa. Hal ini berlanjut hingga runtuhnya Lehman Brothers, yang mengakibatkan terjadinya depresi ekonomi saat ini. Krisis keuangan Amerika adalah penyebab sebenarnya di balik gejolak ekonomi dan politik Eropa. Hal ini mempercepat keruntuhan Uni Eropa sehingga merusak supremasi Amerika selama enam puluh tahun atas urusan-urusan Eropa. Mungkin, Jerman akan muncul dari reruntuhan Uni Eropa sebagai kekuatan utama yang tidak hanya mampu menggagalkan kepentingan Amerika di Eropa, tetapi menggantikan negara itu sebagai penjamin utama perdamaian dan keamanan di benua itu. Krisis euro dan buka Militerisme Jerman telah mejadikan Berlin untuk bisa melakukan apapun untuk membentuk peta politik Eropa dengan gambarannya sendiri.
Pertanda lain adalah bahwa dalam konteks sejarah Eropa, pengalaman postmodern benar-benar merupakan sebuah anomali. Kecendrungan Eropa adalah untuk menghindari perdamaian dan terlibat dalam perang yang dipicu oleh nasionalisme yang tak terkendali dan nafsu menguasai bangsa-bangsa lain.
Dunia Arab pada hari ini  berutang banyak pada struktur politik dan lembaga-lembaga pada kekuatan-kekuatan Eropa lama yang menjajahnya  itu. Namun, setelah tahun 1945, Amerika muncul sebagai negara terkemuka di dunia dan memasuki dunia Arab dengan tujuan menggusur pengaruh Inggris dan Perancis, dan merebut ladang-ladang minyak Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS menggambarkan penemuan itu sebagai “[Timur Tengah] merupakan sumber kekuatan strategis yang luar biasa, dan salah satu hadiah terbesar pada sejarah dunia.”
Amerika tidak berniat untuk menggantikan rezim-rezim despotik itu, melainkan berusaha menempatkan agen-agennya sebagai rezim-rezim sementara sambil membuat alasan-alasan palsu tentang kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia. Amerika dengan bermodal “Doktrin Truman” mulai melanjutkan mencabut kebebasan Dunia Arab dari para tiran dan kemampuan untuk memerintah diri sendiri. Negara itu secara diam-diam menopang rezim-rezim itu agar penduduk negara-negara Arab tetap terpenjara dan tunduk. Tapi pada tahun 2011, pemberontakan rakyat meletus di seluruh wilayah negara-negara Arab, dengan menjatuhkan sebagian tiran, dan menggoyahkan tatanan politik yang telah dibangun dengan susah payah untuk disatukan oleh Amerika.
Pada saat ini, percaturan politik tidak lagi didominasi oleh kaum sekularis, namun sebuah gelombang baru kebangkitan Islam dengan cepat mengisi kekosongan ini. Di Maroko, Tunisia, dan Mesir Islam politik mulai naik dan mendominasi media politik. Kemungkinan besar Libya dan Yaman akan juga mengikuti. Tidak ada ungkapan yang melambangkan tren Islam saat ini yang lebih baik daripada yang dikatakan oleh Perdana Menteri Tunisia moderat, Hamadi Jebali, yang menyebut masa kini sebagai “momen ilahi pada sebuah negara baru, dan mudah-mudahan merupakan Masa Kekhalifahan ke-6,” dan bahwa “pembebasan Tunisia akan, Insya Allah, menyebabkan pembebasan Yerusalem. ” Jika kaum moderat memiliki desain megah untuk menghidupkan kembali Kekhalifahan maka seorang dapat menggambarkan apa yang paling diinginkan oleh massa Arab.
Konsep negara bangsa merupakan hal yang asing bagi dunia Arab, dan diimpor ke wilayah tersebut oleh kekuatan-kekuatan Eropa. Kecenderungan alami dari massa Arab adalah tertarik terhadap sistem Khilafah-sebuah sistim politik yang membuat mereka bersatu di bawah seorang pemimpin tunggal selama lebih dari seribu tahun. Dan tentu saja dunia Arab sungguh berada pada lintasan itu, dengan tidak mempedulikan apa yang digambarkan oleh pemerintah Amerika.
Pada saat Amerika sedang berjuang untuk menjaga dirinya dari kemerosotan, nasib dua sistem politik akan berubah untuk selamanya. Dunia kemudian akan kembali kepada model masa pra-1945- yang merupakan dunia multipolar, yang didominasi oleh pusat-pusat pengaruh geopolitik yang berbeda, dengan Kekhalifahan di puncaknya.
Sumber: www.khilafah.com

Sabtu, 10 Desember 2011

SUPER MOM


Mom, you’re wonderful teacher

So gentle, yet so strong

The many ways you show you care

Always make me feel I belong

You’re patient when I’m foolish

You give guidance when I ask

It seems you can do most anything

You’re the master of every task

You’re a dependable source of comfort

You’re my cushion when I fall

You help in times of trouble

You support me whenever I call

I love you more than you know

You’ve my total respect

If I had my choice of mothers

You’d be the one I’d select !

INFLASI

Dalam konteks ekonomi makro dua permasalahan utama yang dihadapi adalah pengangguran dan inflasi. Keduanya merupakan permasalahan yang saling terkait satu sama lain. Menurut A.W. Philips dengan analisis kurvanya ia mengatakan bahwa suatu negara ketika menghadapi inflasi yang tinggi, maka tingkat pengangguran di negara tersebut akan rendah, begitu juga sebaliknya. Namun kondisi ini hanya terjadi di alam teori dalam kenyataanya ketika inflasi rendah maka pengangguran juga bisa dalam fase yang rendah pula. Kali ini yang akan menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini adalah tentang inflasi.

Berbicara tentang inflasi maka yang umumnya akan terjadi adalah kenaikan harga, penurunan tingkat pendapatan rill, melemahnya konsumsi agregat, dan ekspor - impor yang terganggu. Fenomena - fenomena tersebut memang umumnya terjadi ketika inflasi namun dengan catatan kondisi itu baru akan terjadi ketika inflasi sudah  berada pada level di atas 10%. Untuk lebih jelasnya saya akan menguraikan tentang hakikat dari inflasi itu sendiri.
   
Inflasi merupakan suatu keadaan dimana peredaran uang secara umum lebih besar dibandingkan peredaran barang di suatu negara pada periode tertentu. Suatu negara atau wilayah baru dapat dikatakan menghadapi inflasi apabila terpenuhi 3 syarat antara lain:

1. Kenaikan harga
2. Terjadi secara umum
3. Berlangsung terus menerus

Bila salah satu syarat tidak terpenuhi maka suatu negara tidak dapat dikatakan mengalami inflasi. Misalkan terjadi kenaikan harga cabe sebesar 20% di Indonesia. Bila kenaikan harga cabe tidak diikuti dengan kenaikan komoditas atau barang - barang secara umum maka tidak dapat dikatakan bahwa Indonesia mengalami inflasi. Seandainya juga terjadi kenaikan BBM yang mendorong harga - harga barang secara umum naik namun hanya berlangsung sesaat juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu keadaan dimana negara berada dalam keadaan inflasi.

Inflasi bila ditinjau dari tarikan permintaan dan penawaran, maka penyebab inflasi dapat digolongkan menjadi 3 antara lain:

1. Deman Pull Inflation


Demand pull inflation merupakan suatu keadaan dimana inflasi di sebabkan oleh kenaikan permintaan agregat yang lebih besar daripada kenaikan penawaran agregat. Meningkatnya kenaikan penawaran agregat bila dilihat dari kurva diatas maka yang terjadi adalah kenaikan harga yang disertai dengan meningkatnya output. Kondisi ini terjadi ketika perekonomian sedang berada dalam kondisi normal dan tidak terjadi goncangan dan tekanan yang akan membawa perekonomian ke arah resesi. Lebih lanjut dari keterangan kurva diatas dapat diambil suatu kesimpulan dimana inflasi dalam keadaan terkendali akan bermanfaat dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

2. Cost Push Inflation


Cost push inflation merupakan suatu keadaan dimana penawaran agregat mengalami penurunan atau secara grafis kurva penawaran akan bergeser ke kiri. Keadaan ini akan menyebabkan harga - harga akan meningkat secara umum dan disertai pula dengan melemahnya jumlah output yang diproduksi oleh suatu negara. Seperti pada pendekatan dengan menggunakan kurva permintaan dan penawaran, maka ketika kurva penawaran bergeser ke kiri, maka yang terjadi adalah harga akan naik dengan diikuti oleh menurunnya jumlah barang yang ditawarkan. Dalam kondisi seperti ini suatu negara berada dalam fase resesi. Dimana kenaikan harga - harga secara umum telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat dan bahkan pada pertumbuhan di level yang negatif.

3. Mixed Inflation


Merupakan gabungan antara demand pull inflation dan cost push inflation. Bila kita menggunakan perdekatan secara grafis, maka pada kondisi ini kurva permintaan agregat akan bergeser ke kanan dengan diikuti oleh bergesernya kurva penawaran agregat ke kiri. Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kenaikan harga namun tanpa diikuti oleh perubahan jumlah output yang diproduksi oleh suatu negara. Bila keadaan ini yang terjadi maka perekonomian berada dalam suatu fase yang disebut STAGFLASI. Dimana inflasi mengakibatkan pertumbuhan ekonomi 0% yang artinya kenaikan harga barang dan jasa secara umum tidak menyebabkan perubahan pada output barang dan jasa yang diproduksi.

Sementara bila ditinjau dari sumber penyebabnya, inflasi dibagi menjadi 2 yakni:

1. Inflasi Domestik


Artinya terjadinya inflasi di suatu negara murni disebabkan oleh kenaikan harga - harga barang dan jasa di dalam negara itu sendiri. Misalkan akibat kenaikan harga - harga bahan pokok di hampir berbagai wilayah di Indonesia, menyebabkan harga - harga barang kebutuhan pokok naik secara umum dengan periode yang terjadi secara terus- menerus. Kondisi ini merupakan inflasi yang terjadi akibat faktor - faktor inflasi di dalam negeri  sehingga disebut Inflasi Domestik.

2. Inflasi Luar Negeri


Dalam kasus ini, suatu negara mengimpor inflasi dari negara yang sedang mengalami inflasi dalam perekonomiannya. Misalkan Indonesia mengimpor Mesin dari Amerika Serikat. Bersamaan dengan saat Indonesia mengimpor mesin dari Amerika Serikat, perekonomian Amerika Serikat sedang mengalami inflasi yang berimbas pada kenaikan harga mesin. Otomatis keadaan ini akan menyebabkan harga mesin yang dibayar menjadi lebih mahal. Karena mesin merupakan teknologi penting dalam suatu perekonomian maka ketika mesin itu dijual dan kemudian berdampak pada kenaikan harga - harga barang secara umum, maka kondisi itu akan menimbulkan inflasi.

Oh ya inflasi berdasarkan intensitasnya dibagi menjadi 4 golongan yakni:

1. Inflasi ringan


Inflasi ringan berkisar antara 0 - 10%. Dalam kondisi ini inflasi justru membantu perekonomian untuk tumbuh. Perlu diketahui, inflasi pada hakikatnya analog dengan api. Apa maksudnya? coba bayangkan api dalam intensitas kecil tentu berguna bukan? kita bisa menjadikan api tersebut untuk memasak, menerangi sudut - sudut ruangan ketika lampu mati, untuk menghangatkan badan ketika suasana dingin, dan lain sebagainya. Namun bila api besar tentu akan mengakibatkan terjadinya kebakaran. Analog dengan api, inflasi yang kecil dan terkendali sangat dibutuhkan oleh suatu perekonomian untuk tumbuh dan berkembang. Karena dengan inflasi yang rendah dan terkendali akan memberkikan stimulasi bagi berkembangnya penawaran agregat sehingga perekonomian bisa tumbuh. Idealnya inflasi yang rendah dan terkendali adalah pada level 5%, namun maksimal inflasi jangan sampai menembus 2 digit.

2. Inflasi Sedang


Inflasi sedang berkisar antara 10 - 30%. Inflasi pada level ini sudah memberikan dampak bagi perekonomian dimana dampaknya akan dirasakan oleh para pekerja yang memiliki penghasilan tetap. Dampak dari inflasi ini adalah pendapatan rill dari mereka yang memiliki penghasilan tetap akan menurun dan berkurang nilai rillnya. Misalkan dengan uang Rp. 10.000 seseorang bisa membeli 2 mangkuk bakso, namun akibat terjadinya inflasi nominal yang sama tidak lagi dapat membeli 2 mangkuk bakso mungkin hanya 1 bakso. Keadaan itulah yang merupakan gambaran bahwa kekuatan daya beli uang terhadap barang melemah. Namun kondisi ini relatif bisa dikendalikan melalui kebijakan fiskal dan moneter yang kontraktif.

3. Inflasi  berat


Inflasi berat berada pada kisaran 30 - 100%. Inflasi ini bukan saja menurunkan pendapatan rill masyarakat yang berpenghasilan tetap tetapi sudah berdampak kepada sistem keuangan suatu negara. Biasanya bila suatu negara sudah berada pada kondisi ini, arus masuk devisa relatif terhambat, nilai tukar mata uang domestik melemah cukup tajam, kinerja pasar modal terganggu bahkan dapat mengalami suspensi atau penutupan perdagangan sementara, dan rontoknya sejumlah perbankan yang tidak memiliki atau tidak memenuhi kriteri Bank Sentral. Kondisi ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang bergerak lambat bahkan dapat tumbuh negatif.

4. Hyperinflation


Merupakan inflasi yang sudah sangat berat. Kisaran inflasi ini sudah lebih dari 100%. Kondisi ini akan mengakibatkan kerusakan sangat parah pada stabilitas sistem keuangan sehingga bila kondisi ini terjadi suatu negara harus melakukan kebijakan sanering atau penyehatan sistem keuangan dengan jalan memotong nominal mata uang (kondisi ini berbeda dengan redenominasi), Umumnya kebijakan sanering akan membuat daya beli masyarakat terkontraksi selama beberapa waktu namun akan kembali pulih. Sanering bukan satu - satunya jalan karena negara yang mengalami kondisi ini harus mendapatkan insentif guna memperlancar arus likuiditas pada perekonomian sebagai dampak dari rusaknya sistem keuangan akibatnya rontoknya perbankan suatu negara.