Pages

Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

KARYA ILMIAH "PEMBUATAN TELUR ASIN RASA BAWANG"


KARYA ILMIAH
“PEMBUATAN TELUR ASIN RASA BAWANG”
                                                          














DIBUAT OLEH :
Ø FALAH ACHMAD BAGUSTI

SMA NEGERI 01 BABAKAN MADANG




KATA PENGANTAR
                                                                                                                                                          Dengan mengucapkan puji serta syukur kehadirat ALLAH SWT Dan tentunya dengan karunia-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan penulisan Makalah ini  pada waktunya. Shalawat beriring salam tak puas-puasnya kita kirimkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau, kita dapat rasakan kehidupan yang berbudaya, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang lebih mulia dihadapan Tuhan.
      
           Dalam hal ini kami menyadari bahwa banyak sekali kekurangan dalam proses pembuatan karya ilmiah ini jauh dari kata sempurna.  Untuk itu kami mengharapkan saran dari berbagai pihak sehingga membawa hasil yang maksimal seperti apa yang kita harapkan . semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembacanya.

                                                                        Babakan Madang, 25 Maret 2012

              DAFTAR ISI
Kata pengantar……………………………………………………………...i
Daftar Isi……………………………………………………………………ii
Abstrak……………………………………………………………………..iii
BAB I  Pendahuluan
1.Latar Belakang…………………………………………………………...1
2.Permasalahan…………………………………………………………….1
3.Tujuan……………………………………………………………………1
4.Manfaat penelitian……………………………………………………….1

   BAB II Landasan Teori
1.Ringkasan Materi………………………………………………….……..2
2.Pengertian……………………………………………….………….........3               
   BAB III Pemaparan
1.pembuatan telur asin rasa bawang…………………………....………….5
   BAB IV Penutup
1. Penutup………………………………………………………………….6
2.Kesimpulan………………………………………………………………6
   Daftar pustaka…….…………………………………..………………….7



BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar belakang
  Latar belakang disusunnya karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas untuk melakukan penelitian dari Pembina KIR SMAN 1 BABAKAN MADANG .
1.2     Rumusan masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan telur asin  ?
2.      Bagaimana cara membuat telur asin rasa bawang ?
3.      Terjadi proses apakah dalam pembuatan telur asin rasa bawang ?
1.3     Tujuan
1.      sebagai eksperimen telur asin dengan farian rasa bawang
1.4  manfaat
1.   mengetahui proses pembuatan telur asin rasa bawang
2.   mengetahui kandungan di dalam telur asin rasa bawang
      

                                       


                                                      BAB II
                                    Landasan Teori
1.1  Ringkasan Materi
Mekanisme Transpor pada Membran
Gerakan zat melalui membran dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerakan pasif yang tidak menggunakan energi dan gerakan aktif yang memerlukan energi, yang termasuk gerakan pasif adalah difusi dan osmosis, sedang yang termasuk gerakan aktif adalah transpor aktif, endositosis, dan eksositosis.

                                                        Difusi
         Di dalam sel terjadi peristiwa perpindahan molekul zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi lebih rendah untuk mencapai kesamaan konsentrasi. Peristiwa tersebut dinamakan difusi. Di tingkat sel, difusi bermacam bahan, termasuk air terjadi terus menerus dan di mana-mana. (Frank B. Salisbury & Cleon W. Ross, 1995 : 32).

 Osmosis
      Selain difusi di dalam sel juga terjadi osmosis, yaitu perpindahan melekul air melalui selaput semipermiabel dari larutan yang hipotonis (kepekatan rendah) ke larutan hipertonis (kepekatan tinggi).

 Transpor Aktif
Perpindahan zat melalui membrane selektif permiabel dari tempat yang konsentrasi zatnya rendah ke tempat yang konsentrasi zatnya tinggi menggunakan energi (ATP) dan enzim pengangkut (protein carier) dinamakan transpor aktif. Transpor aktif melawan
gradien konsentrasi suatu zat. Contohnya pompa Na+, K+.
Senyawa yang berupa karbohidrat agar dapat diserap harus dipecah atau disederhanakan dahulu menjadi monosakarida, seperti fruktosa, glukosa dan galaktosa. Senyawa-senyawa tersebut masih bersifat pasif sehingga sukar diserap oleh sel. Untuk itu harus diaktifkan lebih dahulu dengan menggunakan energi yang tersimpan di dalam sel berupa energi kimia yang disebut ATP (Adenosin Tri Phospat).
Untuk membebaskan energi ATP diperlukan enzim tertentu sehingga terbatas energinya berupa 1 mol phospat sehingga sisanya berupa ADP (Adenosin Diphospat). Peristiwa inilah yang disebut transpor aktif.
Endositosis dan Eksositosis
Endositosis dan eksositosis dapat terjadi pada organisme bersel satu seperti Amoeba dan Paramaecium dan sel-sel tertentu dari tubuh Vertebrata misalnya sel darah putih. Karena bersel satu itulah zat-zat padat atau tetes-tetes cairan dimasukkan dan dikeluarkan melalui membran sel. Proses memasukkan zat-zat padat atau tetes-tetes cairan melalui membran sel disebut dengan endositosis sedangkan proses mengeluarkan zat-zat padat atau tetes-tetes cairan melalui membran sel disebut eksositosis.

  2.2 pengertian
Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Masa kadaluwarsa telur asin bisa mencapai satu bulan (30 hari).
Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golongan unggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewan amfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru).
Telur asin merupakan lauk yang cukup akrab dan ekonomis bagi kebanyakan orang. Apalagi di saat sekarang, di mana harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi sehingga telur asin menjadi salah satu lauk alternatif bagi sebagian orang. Mengapa? karena harganya yang terjangkau, bergizi dan praktis sebab tidak perlu memasaknya lagi. Oleh karena itu membuat telur asin bisa menjadi alternatif bagi kita untuk memulai berwirausaha sendiri.
Sebagaimana yang kita ketahui, telur asin adalah telur bebek yang rasanya asin. Tetapi, telur asin rasa bawang mungkin baru kali pertama anda dengar. Nah, dengan inovasi ini diharapkan orang menjadi tertarik kepada produk telur asin yang tidak biasa ini. Sebenarnya cara pembuatan telur asin rasa bawang sangat sederhana dan sama dengan membuat telur asin biasa, bedanya hanya adanya penambahan parutan bawang putih ke media rendaman telur selain garam.
Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses dengan  farian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini kami akan mencoba membuat telur asin dengan rasa bawang.



                                            BAB III
PEMAPARAN

1.      Pembuatan telur asin rasa bawang
Tujuan : untuk membuktikan bahwa bawang yang telah dihaluskan dapat meresap kedalam telur melalui proses                    osmosis                                                                                                                 

Alat dan Bahan
·         Ember plastic
·         Alat pengaduk
·         Blender
·         panci
·         Telur ayam/bebek 10 butir
·         Bawang putih 2 ons
·         Tawas
·         Garam dapur 1 0ns
·         Abu gosok 2 ons
·         Serbuk bata merah 4 ons
CARA MEMBUAT
1.      Telur dicuci hingga bersih
2.      Bawang putih di blender (tambahkan air lalu rebus sampai air tersebut mendidih)
3.      Siapkan ember, isi abu gosok, serbuk bata dan tawas, aduk hingga rata .  tambahkan garam , lalu aduk hingga garam terlarut
4.      Masukkan bawang putih yang sudah halus

BAB IV
PENUTUP
1.1  Penutup
   Setelah proses pelatihan keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur asin yang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut penulis dengan melengkapkan penulisan makalah hasil pelatihan ini, kiranya dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang bermanfaat bagi para pembaca yang haus akan ilmu dan keterampilan, untuk dapat mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dalam hal penciptaan peluang kerja yang produktif.
Terakhir penulis mengharapkan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan ridho dan kasih sayang-Nya kepada kita semua.

1.2  Kesimpulan
             Telur asin mengalami proses osmosis dimana yaitu perpindahan melekul air melalui selaput semipermiabel dari larutan yang hipotonis (kepekatan rendah) ke larutan hipertonis (kepekatan tinggi).





DAFTAR PUSTAKA
·         Suwarno.2007.Panduang Pembelajaran Biologi Untuk SMA Dan MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan .








                                           



                                       

Jumat, 30 Maret 2012

KARYA ILMIAH TENTANG"PENTINGNYA PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH"



        KARYA ILMIAH
“PENTINGNYA PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH”


                                                          












DIBUAT OLEH :

Ø FALAH ACHMAD BAGUSTI






 KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji serta syukur kehadirat ALLAH SWT, Karunia dan rahmatnya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pentingnya Pembangunan Berwawasan Lingkungan”
           Adapun tujuan kami membuat karya limiah ini sebagai bahan acuan dan evaluasi agar kita termotivasi untuk menjaga lingkungan sekitar lingkungan sekolah sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan, demi kelangsungan proses belajar mengajar yang kondusif.
           Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak azwar isahak selaku guru bahasa Indonesia dan semua pihak yang telah memungkinkan karya ilmiah ini dibuat.

           Dalam hal ini kami menyadari bahwa banyak sekali kekurangan dalam proses pembuatan karya ilmiah ini.  Untuk itu kami mengharapkan saran dari berbagai pihak sehingga membawa hasil yang maksimal seperti apa yang kita harapkan . semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembacanya.

                                                                                    Babakan Madang, 26 Februari 2012
           
                                                                                               




ABSTRAK
Sekolah merupakan tempat menimba ilmu, atau menggapai mimpi untuk meraih cita-cita yang di inginkan. Untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif, diperlukan tempat yang nyaman.
 Banyak faktor yang menyebabkan nyaman atau tidaknya proses belajar mengajar yang kondusif, salah satunya system pembangunan sekolah yang berwawasan lingkungan.  Oleh karena itu dibutuhkan gedung sekolah dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Jika pembangunan berwawasan lingkungan di setiap sekolah diterapkan, tentu ini akan menunjang efektifitas proses belajar mengajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tata letak pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan di sekolah, khususnya SMA Negeri 1 babakan madang sebagai bahan penelitian.









                                                 BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar belakang
  Latar belakang disusunnya karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas.  Karya ilmiah ini membahas tentang pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh warga sekolah. Pembangunan berwawasan lingkungan diterapkan dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topic yang akan diperbincangkan.
1.2     Permasalahan

permasalahan yang diambil adalah:

1.      apa pengertian dari pembangunan berwawasan lingkungan ?
2.      apakah sekolah SMAN 1 babakan madang telah menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan ?
3.      Apa saja akibat yang ditimbulkan dari ketiadaan pembangunan sekolah berwawasan lingkungan?
4.      Bagaimana cara mengatasinya?

1.3     Tujuan
                Tujuan penyusunan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai bahan sosialisasi pembangunan berwawasan lingkungan
2.      Untuk memberikan gambaran kepada siswa/siswi dalam pengendalian kerusakan di lingkungan sekolah

1.4     Manfaat penelitian
      Manfaat dari penyusunnan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Agar siswa/siswi dapat mengetahui hal-hal yang berhubungan tentang pembangunan berwawasan lingkungan.
2.      Agar siswa/siswi dapat menerapkan cara-cara dalam penanggulangan masalah lingkungan disekolah dengan sekolah.







       BAB II
           Landasan Teori
2.1  Ringkasan Materi
Sejak tahun 1950-an masalah lingkungan mendapat perhatian serius, tidak saja dari kalangan ilmuwan, tetapi juga politisi maupun masyarakat umum. Perhatian tersebut tidak saja diarahkan pada terjadinya berbagai kasus pencemaran terhadap lingkungan hidup tetapi juga banyaknya korban jiwa manusia.  Kesadaran umat manusia akan masalah lingkungan hidup semakin meluas yaitu dengan diadakannya Konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia di Stockholm, Swedia tanggal 5-16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan perwujudan kepedulian bangsa-bangsa di dunia akan masalah lingkungan hidup dan merupakan komitmen prima bagi tanggung jawab setiap warga negara untuk memformulasikannya dalam setiap kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup. Hasil dari konferensi ini adalah : (1) Deklarasi tentang Lingkungan Hidup Manusia, terdiri atas mukadimah (Preamble) dan 26 prinsip dalam Stockholm Declaration ; (2) Rencana Aksi Lingkungan Hidup Manusia (Action Plan) yang terdiri dari 109 rekomendasi. Deklarasi dan rekomendasi dari konferensi ini dapat dikelompokkan menjadi lima bidang utama yaitu pemukiman, pengelolaan sumber daya alam, pencemaran, pendidikaan dan pembangunan. Deklarasi Stockholm juga menyerukan agar bangsa-bangsa di dunia mempunyai kesepakatan untuk melindungi kelestarian dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi kehidupan manusia. Konferensi yang mencetuskan Deklarasi Stockholm tersebut melahirkan konsep ecodevelopment. Pencetus konsep ini adalah Maurice Strong yang kemudian dipopulerkan oleh Ignacy Sachs yang memberikan definisi sebagai berikut :
Sejalan dengan gagasan ecodevelopment tersebut maka pembentukan WCED (World Commission on Environment and Development) oleh PBB tahun 1983 mempunyai     andil yang sangat besar dalam merumuskan wawasan lingkungan dalam pembangunan di     semua sektor. Pendekatan yang dilakukan WCED terhadap lingkungan dan pembangunan      dari 6 (enam) aspek yaitu : keterkaitan, berkelanjutan, pemerataan, sekuriti dan resiko  lingkungan, pendidikan dan komunikasi serta kerjasama internasional.
Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang selanjutnya akan mengakibatkan dampak, baik yang bersifat negatif maupun yang positif.
Oleh karena itu, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seharusnya selain berwawasan sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan.
Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.
Bagaimana pentingnya pembangunan yang memperhatikan lingkungan sangatlah penting kaitannya dalam kenyamanan proses belajar mengajar
  2.2 pengertian
     lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.



BAB III
PEMAPARAN
1.      Kondisi  di lingkungan sekolah SMAN 1 Babakan Madang            
·         Kelas
Ruangan kelas yang digunakan berjumlah  8 buah, yang terdiri dari 3 kelas X (X-1, X-2, X-3 ), 2 kelas XI (XI-IPA, XI-IPS), 3 kelas XI (XII-IPA, XII-IPS1, XII-IPS2).
Kondisi lingkungan untuk kelasX-1, X-2, dan X-3 cukup baik. Tergantung bagaimana perawatan kelas dari diri masing-masing siswa .  untuk kelas XI-IPA memiliki fasilitas yang cukup lengkap. namun yang menjadi kendala bagaimana kondisi lingkungan di belakang kelas tersebut , yaitu terjadinya longsor sehingga meretakkan dinding kelas yang mengakibatkan ketika hujan datang molekul air meresap ke celah dinding dan menggenangi ruangan kelas. Hal ini juga sangat membahayakan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sedang berlangsung.
Untuk kelas XI-IPS, XI-IPA, XII-IPS1, dan XII-IPS2 boleh dikatakan adalah tata ruang yang sangat sempurna dan sangat kondusif untuk proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, Letaknya pun cukup baik dimana pemandangan eksotis tersaji.
·         Kantin sekolah
Kantin merupakan tempat untuk melepas dahaga setelah lelah menuntut ilmu.  kondisi yang ada di kantin saat ini masih jauh dari harapan. Tempatnya kotor dan becek ketika hujan dan dekat dengan sumur resapan air membuat kantin di sekolah seperti kurang diminati untuk di datangi. Untuk itu perlu dicari solusi bersama bagaimana memposisikan kantin yang baik.
·         Toilet
Kondisi lingkungan toilet di lingkungan SMAN 1 Babakan Madang sangat buruk . banyak sekali kekurangan yang terjadi di dalam. Karena toilet yang tersedia hanya 3 . 2 toilet untuk siswa dan 1 toilet untuk guru.  terkadang pula siswa menggunakan toilet guru karena ada salah satu toilet yang rusak atau tidak ada airnya.
Sebenarnya ada 2 toilet yang berlokasi di sebelah kelas XI-IPS. mungkin karena letaknya yang mengharuskan kita untuk pergi ke lantai atas tak ada yang mengunjungi toilet tersebut dan akhirnya tidak terawat.
·         Ruang guru
Nasibnya tak jauh berbeda dengan kelas XI-IPA. Mungkin dikarenakan letaknya yang bersebelahan. Ruangan guru sering tergenang air ketika hujan datang. Ini karena tidak adanya sluran air yang mencegah turunnya air dari dataran tinggi di belakangan ruangan
·         Lapangan sepakbola & voli
Kondisinya sangat baik, tergantung bagaimana cara pemeliharaan warga sekolah dan limgkungan sekitar
·         Jalan
Kondisi jalan cukup baik. Sangat memperhatikan kondisi lingkungan yang berada disekitarnya
2.Akibat tidak diperhatikannya pembangunan sekolah berwawasan lingkungan.
Tidak diperhatikannya pembangunan sekolah dengan konsep berwawasan lingkungan memberikan efek yang sangat nyata bagi keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah,  yaitu :

·      kurang efektifnya proses belajar mengajar di sekolah
·      Terjadinya kerusakan lingkungan
·      Buruknya struktur lingkungan
·      Saluran air yang kurang memadai
·      Toilet yang tidak layak
·      Terjadinya longsor
·      Lantai menjadi tergenang akibat kurangnya resapan air
·      Jalanan mejadi tergenang

3.    Cara mengatasi/menanggulangi akibat dari pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan

Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai warga sekolah untuk turut berperan serta mengatasi akibat dari pembangunan sekolah yang tidak berwawasan lingkungan.  Meskipun sejujurnya ini adalah kesalahan fatal dari konsep pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Kita harus melakukan pencegahan  Yaitu dengan cara :

·         Tanah yang curam dibuat terasering agar tanah tersebut tidak longsor.
·         Membuat saluran air, agar air tersebut tidak tergenang.
·         Membuat sumur resapan air
·         Melakukan penanggulan terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di sekolah
·         Melakukan pengendalian lingkungan.
·         Melakukan penanaman pohon di sekitar pekarangan kelas yang  gunanya untuk tempat resapan air
                       Mungkin masih banyak lagi cara pencegahan atau penanggulangannya,                                 kita sebagai warga sekolah tentunya harus menyadari betapa pentingnya        menjaga lingkungan dan keserasian lingkungan sekitar. Jika sekolah kita bersih, indah, nyaman dan asri itu akan sangat memberi nafas positif, tentunya dalam kegiatan belajar mengajar
                      






BAB IV
PENUTUP
4.1  Penutup
   Dampak dari tidak diperhatikannya pembangunan berwawasan lingkungan memang sangat banyak. Secara langsung dan tidak langsung pada manusia dan lingkungan sekitar kita. Secara langsung yaitu ketidaknyamanan proses belajar mengajar di sekolah, secara tidak langsung yaitu merusak ekosistem lingkungan sekitar. Kerusakan lingkungan sangat sulit dicegah, namun sebelum terjadi kerusakan lingkungan, sebaiknya kita mengkaji tata letak pembangunan gedung sekolah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Mulai dari buruknya saluran air, toilet yang kumuh, hingga longsor yang mengakibatkan hampir sebuah gedung kelas roboh. Semua tergantung bagaimana konsep sebuah pembangunan.

4.2  Kesimpulan

Sekolah merupakan tempat menimba ilmu, atau menggapai mimpi untuk meraih cita-cita yang di inginkan. Untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif, diperlukan tempat yang nyaman.  Sekolah yang nyaman membutuhkan sebuah pembangunan yang berwawasan lingkungan .
Pembangunan pada dasarnya adalah mengubah lingkungan dengan tujuan mengambil manfaat dari lingkungan itu dan mengurangi atau memperkecil resiko lingkungan.
4.3  Saran

Sebaiknya setiap ada suatu pembangunan harus melihat lingkungan sekitar, apakah dampak yang akan ditimbulkan berikutnya dari pembangunan tersebut. Karena pada umumnya sebuah pembangunan sekolah haruslah sebuah tempat yang bersifat nyaman, indah, asri, dan tertata dengan baik. Disinilah dibutuhkan sebuah pembangunan yang berwawasan lingkungan. 





DAFTAR PUSTAKA


   

                     Lampiran